MATARAM — Tragis, salah satu warga Desa Belanting Lombok Timur menjadi korban tabrak lari hingga tewas oleh pengendara sepeda motor di Kawasan Batu Fahad, Malaysia, pada 28 September 2025.
Kabarnya, Almarhum Muhammad Kaharudin (korban) cukup lama bekerja di Malaysia, yakni sekitar 5 tahun. Ia menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural dengan menggunakan paspor kunjungan (melancong) dan bekerja pada sektor perkebunan kelapa sawit.
Dari kasus ini, pihak keluarga meminta kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB agar membantu memfasilitasi pemulangan jenazah Almarhum Muhammad Kaharudin.
Sementara, Disnakertrans NTB sendiri telah berkoordinasi langsung dengan pihak agency tempat Almarhum bekerja, serta berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur dan BP3MI NTB untuk upaya memfasilitasi pemulangan jenazah Almarhum ke tanah air.
Kepala Disnakertrans NTB, H. Muslim, ST., M.Si saat dikonfirmasi media ayolombok.co.id menegaskan, bahwa berdasarkan Surat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur No : 016989/SBPM-KL/1025/05, tanggal 07 Oktober 2025 Perihal Surat Bukti Bukti Pencatatan Kematian. Jenazah Almarhum akan dipulangkan Hari Jum’at, tanggal 10 Oktober 2025, menggunakan pesawat Air Asia QZ 462 dari Kuala Lumpur ke Lombok. Estimasi Landing Pukul 18:05 Wita.
Selanjutnya, pengantaran jenazah Almarhum Muhammad Kaharudin dari Bandara Internasional Lombok (BIL) ke rumah duka di Desa Belanting Sembelia akan menggunakan ambulance, ujarnya, Jum’at (10/10).
Selain itu, Disnakertrans NTB juga akan menjemput dan mengawal jenazah Almarhum hingga ke Lombok Timur.
“Tim Disnakertrans Provinsi NTB ikut serta dalam penjemputan dan antar sampai ke Lotim. Dan pak gubernur melalui Baznas NTB juga turut partisipasi untuk tali asih ke pihak keluarga,” ucap H. Muslim. (AL-03)













