MATARAM — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrat NTB merencanakan akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) dalam waktu dekat.
Rencannya rapat tersebut akan di gelar pada bulan Februari 2026 mendatang.
Pada Musda tersebut akan membahas sejumlah rencana penting, terlebih saat ini Ketua DPD Demokrat sebelumnya, Indra Jaya Usman (IJU) sedang menghadapi persoalan hukum dan di pastikan dirinya tidak berpeluang lagi menakhodai parpol berlambang mercy tersebut.
Disisi lain, sejumlah kader maupun tokoh mulai mengemuka disebut-sebut punya peluang menjadi sebagai ketua DPD Partai Demokrat NTB. Diantaranya mantan Bupati Lombok Timur Sukiman Azmi.
Pengamat politik NTB Ihsan Hamid menilai mantan Bupati Lotim Sukiman Azmi bukan orang asing di Partai Demokrat. Sukiman jadi rival IJU dalam musda Partai Demokrat NTB tahun 2022 lalu.
“Ini artinya, pak Sukiman sudah mengantongi KTA partai Demokrat,” katanya, Selasa kemarin (27/1)
Dia mengatakan, dengan sudah mengantongi KTA dan pernah maju di musda Demokrat NTB, membuat kans mantan Bupati Lotim cukup terbuka lebar untuk bisa menakhodai Partai Demokrat.
Sebagai mantan Bupati Lotim dua periode, Sukiman Azmi relatif punya pemilih royal dan kabupaten pernah dipimpin jadi daerah pemilih terbanyak di NTB.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, membuat Sukiman Azmi sangat layak dipertimbangkan untuk memimpin partai didominasi warna biru tersebut.
“Ini membuat pak Sukiman layak dipertimbangkan DPP jadi ketua Demokrat NTB,” imbuhnya.
Dia menambahkan, sebagai tokoh berlatar belakang TNI, sosok Sukiman Azmi diyakini tidak akan terlalu sulit dalam membangun dan jalin komunikasi politik dengan ketua majelis pertimbangan DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan ketua umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Karena kedua juga berlatar belakang TNI.
“Ini juga jadi keuntungan tersendiri bagi pak Sukiman Azmi,” imbuhnya.
Dia menyakini jika Partai Demokrat NTB dipimpin Sukiman Azmi, mantan Bupati Lotim akan bisa mendongkrak raihan kursi parpol berlambang mercy itu baik di DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten kota.
Terkait ada kader maupun tokoh asal pulau Sumbawa mengemuka jadi ketua Demokrat NTB diantaranya Wali kota Bima Arrahman Abidin.
Ihsan berpandangan, lebih ideal Partai Demokrat NTB dipimpin kader maupun tokoh berasal dari pulau Lombok.
Dengan dipimpin kader atau tokoh dari pulau Lombok, akan lebih memudahkan koordinasi dan konsolidasi di internal Partai.
Pusat konsolidasi ada di pulau Lombok. Selain itu, ceruk suara pemilih di NTB paling banyak tersebar di pulau Lombok dibandingkan di pulau Sumbawa.
Sehingga lebih menjanjikan ketua Demokrat NTB dipimpin kader atau tokoh dari pulau Lombok.
“Nah. Pak Sukiman tokoh asal Lombok pas memegang Partai Demokrat NTB,” lugasnya.













