Beranda Headline Tiga Warga Lombok Timur Meninggal Dunia di Malaysia, Jenazahnya Tiba Hari Ini...

Tiga Warga Lombok Timur Meninggal Dunia di Malaysia, Jenazahnya Tiba Hari Ini di BIZAM

0
Penyambutan jenazah PMI asal Lombok Timur oleh keluarga dan instansi terkait di BIZAM, Rabu 7 Januari 2026. (Foto : Dok)

MATARAM – Kabar duka kembali menyelimuti masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). Tiga orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lombok Timur meninggal dunia di Malaysia.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, ketiga PMI tersebut meninggal karena faktor kesehatan atau penyakit yang diderita.

Plt Kabid Penempatan Disnakertrans NTB, M. Anang Yusran menjelaskan kronologis PMI Almarhum Muhanip, asal Dusun Endut, Desa Sikur, Kabupaten Lombok Timur meninggal dunia pada saat berada di tempat kerja, ketika itu Almarhum sedang berkumpul dan berinteraksi dengan rekan-rekan sejawatnya, lalu secara tiba-tiba Almarhum mengalami penurunan kesadaran dan tidak sadarkan diri. Karena itu Almarhum langsung dibawa ke Rumah sakit Awal Bross Dumai untuk mendapatkan penanganan medis darurat (emergency). Hasil pemeriksaan dan tindakan medis dari dokter, Almarhum dinyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung pada hari Sabtu, tanggal 3 Januari 2026.

Kemudian, Almarhum Ahmad Supriadi, asal Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur juga dinyatakan meninggal pada 28 Desember 2025 di Hospital Tengku Adzan, Malaysia.

Berdasarkan keterangan medis, Almarhum meninggal dunia akibat communicating hydrocephalus, yaitu suatu kondisi medis berupa penumpukan cairan serebrospinal di dalam rongga otak yang masih saling berhubungan (komunikatif). Kondisi ini menyebabkan peningkatan tekanan di dalam kepala (tekanan intrakranial) yang dapat mengganggu fungsi otak secara serius dan berakibat fatal apabila tidak ditangani dengan baik.

PMI selanjutnya, Almarhum Marzuki, asal Desa Anjani, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur meninggal dengan diagnosa medis septic shock sekondari to intraabdominal sepsis, yaitu kegawatan medis yang terjadi akibat infeksi di dalam rongga perut (intraabdominal) yang menyebar ke seluruh tubuh. Infeksi tersebut menyebabkan respon peradangan sistemik, penurunan tekanan darah secara drastis, kegagalan fungsi organ, dan berujung pada kematian.

“Sebagai catatan, PMI atas nama Almarhum Marzuki tidak memiliki kelengkapan dokumen keimigrasian dan ketenagakerjaan, sehingga data pendukung seperti tanggal pasti kematian dan riwayat medis lainnya tidak dapat diperoleh secara lengkap dan akurat”, jelas Anang usai menyambut dan mengurus kepulangan ketiga jenazah PMI tersebut di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid, Rabu (7/1/2026).

Sementara Ketua DPD LBH HKTI NTB Mawardi yang juga sekaligus adik kandung dari Almarhum Ahmad Supriadi mengucapkan rasa terimakasih kepada Disnaker Provinsi NTB, Disnaker Lombok Timur, BP2MI, BP3MI, KJRI, Baznas NTB, Baznas Lombok Timur, YPTKIS, Titian Ummah Enterprise, SDN BHD, dan Kedutaan Malaysia.

“Kami mengucapkan banyak-banyak terimakasih atas bantuan sekaligus kerjasamanya telah memulangkan jenazah almarhum Abangda kami”, ucapnya. (AL-03) 

Artikulli paraprakGubernur Iqbal Berikan Tips Tetap Sehat Saat ke Luar Negeri
Artikulli tjetërGubernur NTB Dorong PT GNE Fokus Penuh pada Bisnis Material Konstruksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini