MATARAM — Ditengah menunggu jadwal panjang dibangunnya jalan Tol Port to Port Lembar-Kayangan dengan biaya yang cukup besar, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sadimin, ST., MT merencanakan akan membangun jalan bypass baru yang akan menghubungkan Sengkol-Pringgabaya.
Pembangunan jalan bypass ini bertujuan untuk mendukung program NTB Connected yang akan menghubungkan sejumlah ruas jalan supaya mengurai kemacetan, memperlancar lalulintas, serta memperpendek jarak tempuh masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya, terutama dalam pengangkutan logistik menuju Lembar-Kayangan atau sebaliknya.
“Rencananya untuk mengurai kemacetan itu, kita mengusulkan untuk bikin jalan bypass port to port segmen Sengkol-Pringgabaya,” ujarnya sebagai narasumber di acara Bincang Kamisan di Kantor Gubernur NTB, Kamis (27/11/2025).
Lebih lanjut Sadimin menjelaskan, panjang bypass Sengkol-Pringgabaya diperkirakan mencapai 50 hingga 55 kilometer. Namun untuk rutenya belum bisa dipastikan meski sudah ada rencana titik-titik yang akan dibangun karena harus pembebasan lahan.
“Jadi kalo kita short cut dari Sengkol ke Pringgabaya itu nanti kita cari rutenya kira-kira antara 50 sampai 55 kilo,” jelasnya.
Dengan dibangunnya bypass ini, maka diharapkan jarak tempuh Lembar-Sengkol menjadi 35 sampai 40 menit, kemudian dari Sengkol-Pringgabaya menjadi 40 sampai 50 menit. Sehingga dengan demikian jarak tempuh Lembar-Kayangan diharapkan akan kurang dari 2 jam.
“Jadi kalau mobil-mobil logistik, yang angkut sapi, beras, jagung dan kebutuhan lainnya bisa melalui disitu,” ujar Sadimin.
Ia juga berharap, pada jalur utama existing pun akan menjadi lebih lancar, sehingga jarak tempuh Lembar-Kayangan sama dengan jarak tempuh di jalan bypass, yakni kurang dari 2 jam.
Selanjutnya, keuntungan disisi lain tentunya untuk pengembangan potensi di daerah pesisir bagian selatan dan timur akan menjadi luarbiasa, karena di wilayah tersebut terdapat perikanan tangkap, udang, rumput laut, serta sawah yang cukup luas untuk mendukung ketahanan pangan.
Adapun anggaran pembangunan bypass ini diperkirakan mencapai 2 hingga 2,5 triliun, dengan rencana pembangunan di tahun 2027. (AL-03)












