MATARAM — Untuk menghadapi segala tantangan nasional dan global, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar Kuliah Umum “Membangun Kepemimpinan Berbasis Neurosains.”
Kuliah Umum yang berlangsung di Universitas Mataram pada hari Kamis, 8 Oktober 2026 ini diikuti oleh para akademisi dan mahasiswa dari berbagai jurusan.

Kepala BPOM, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D mengungkapkan kegiatan ini sangat penting untuk memahami kepemimpinan berbasis neurosains (neuroleadership) atau kepemimpinan berbasis otak yang sehat sehingga melahirkan pemimpin yang menginspirasi dan topcer agar menjadikan Indonesia negara yang maju.
Lewat pendekatan neurosains, para mahasiswa dan akademisi diajak memahami bagaimana pola kerja otak berpengaruh langsung terhadap pengambilan keputusan cerdas, regulasi emosi, serta kemampuan berpikir strategis di tengah dinamika nasional maupun tantangan global yang kian kompleks.
“Kepemimpinan masa depan tidak hanya menuntut kecerdasan intelektual, tetapi juga pemahaman mendalam tentang bagaimana otak manusia merespons tekanan, perubahan, dan ketidakpastian,” terang Prof Taruna Ikrar.
Para peserta terlihat antusias sepanjang sesi diskusi interaktif. Banyak akademisi, mahasiswa, serata tamu undangan menilai topik ini membawa wawasan baru dan segar, mengingat pendekatan berbasis ilmu saraf (brain-based leadership) masih tergolong langka namun sangat relevan diterapkan di berbagai sektor kepemimpinan modern.
Melalui kolaborasi strategis dengan Universitas Mataram ini, BPOM berharap dapat terus mendorong lahirnya talenta-talenta muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki mentalitas kepemimpinan yang adaptif, inovatif, dan siap membawa Indonesia bersaing di panggung dunia.
Sementara Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi, Dr. Sitti Latifah, S.Hut, M.Sc.Forest.Trop dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan BPOM menjadikan UNRAM sebagai salah satu tempat pelaksanaan rangkaian kegiatan di NTB. Kehadiran Kepala Badan POM beserta jajaran merupakan kehormatan sekaligus kesempatan berharga bagi sivitas akademika untuk berinteraksi secara langsung dengan Badan POM.
“Bagi perguruan tinggi, kegiatan ini penting karena memberikan perspektif bahwa proses pendidikan dan penelitian perlu semakin terkoneksi dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, industri, dan pemerintah,” ujarnya.
Sitti berharap, setelah kegiatan ini mahasiswa pulang dengan membawa wawasan baru. Selain itu, juga diharapkan bisa menjalin kolaborasi dengan BPOM.
“Kami berharap kehadiran BPOM di Universitas Mataram tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan, tetapi menjadi awal dari kolaborasi yang semakin erat. Kami ingin mahasiswa mendapatkan wawasan yang lebih luas, peneliti memperoleh jalan yang lebih jelas menuju hilirisasi, dan hasil-hasil inovasi Universitas Mataram semakin banyak yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” harap Sitti. (AL-03)













