Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Kesehatan

Kolaborasi Pengawasan dan Edukasi yang Inklusif, Balai Besar POM Gandeng SLBN 1 Mataram

badge-check


					Kolaborasi Pengawasan dan Edukasi yang Inklusif, Balai Besar POM Gandeng SLBN 1 Mataram Perbesar

MATARAM – Dalam upaya menghadirkan layanan publik yang inklusif, transparan, dan berkeadilan, Yosef Dwi Irwan bersama dengan tim pelayanan publik BBPOM di Mataram mengunjungi SLBN 1 Mataram. Kedatangan disambut dengan hangat oleh Kepala Sekolah Kamtono dan perwakilan guru

Yosef mengatakan bahwa pengawasan dan edukasi Obat dan Makanan aman harus mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok disabilitas. Balai Besar POM di Mataram rencananya akan melakukan intervensi Keamanan Pangan pada beberapa Sekolah Luar Biasa di Pulau Lombok, salah satunya SLBN 1 Mataram

Dalam kesempatan tersebut Yosef dan tim berkesempatan mengunjungi setiap kelas dan fasilitas yang ada di SLBN 1 Mataram. “Senang sekali dapat berinteraksi dengan anak-anak yang luar biasa, yang ternyata memiliki berbagai kelebihan dan mampu berkreasi seperti membatik, membuat komik, merias dan berbagai ketrampilan lainnya” ujar Yosef, (3/9).

Tim juga mengunjungi kantin sekolah, membagikan celemek dan poster Keamanan Pangan serta melakukan sampling dan uji cepat terhadap produk pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya. “Anak-anak merupakan aset bangsa, yang harus kita jaga kesehatannya melalui konsumsi pangan yang aman, bermutu dan bergizi” lanjut Yosef

“Kami siap memberikan pendampingan terkait Keamanan Pangan dan izin edar BPOM untuk produk pangan produksi SLBN 1 Mataram, ini salah satu komitmen kami dalam mendukung daya saing dan kemandirian kelompok rentan, termasuk disabilitas” ungkap Yosef

Yosef juga berharap nantinya dapat membentuk fasilitator penyambung informasi Obat dan Makanan aman dari Guru dan siswa kelompok disabilitas. “Para Sahabat Disabilitas juga berhak mendapatkan informasi Obat dan Makanan yang aman dan dapat diakses secara merata tanpa diskriminasi, kiranya Bapak Ibu Guru dapat mengandeng mereka sebagai fasilitator bagi sahabat disabilitas lainnya” lanjut Yosef

Kepada Kepala Sekolah SLBN 1 Mataram Kamtono menyatakan dukungannya dalam program intervensi Keamanan Pangan yang akan dilakukan BBPOM di Mataram, termasuk melalui pembentukan Tim Keamanan Pangan Sekolah dan Kader Keamanan Pangan Sekolah. “Kami mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh BBPOM di Mataram dan kami siap mendukung kegiatan yang akan dilakukan, tentunya untuk menjaga kesehatan anak-anak kita” ujar Kamtono

Yosef menegaskan bahwa kunjungan ke SLBN 1 Mataram bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah nyata BBPOM di Mataram dalam mewujudkan pelayanan publik yang inklusif. “Inklusi bukan hanya soal memberikan ruang, tetapi juga memastikan akses informasi dan perlindungan yang sama bagi setiap warga negara. Dari SLBN 1 Mataram, kita belajar bahwa keberagaman adalah kekuatan. Bersama-sama, mari kita wujudkan generasi yang sehat, berdaya saing, dan mampu menjadi bagian penting pembangunan bangsa,” pungkasnya. (AL-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Balai Besar POM dan Pemkot Mataram Perketat Pengawasan Pangan Siap Saji Kekinian

8 April 2026 - 18:31 WIB

Balai Besar POM Mataram Temukan Pangan Mengandung Boraks Beredar di Pasar Tradisional

6 Maret 2026 - 13:08 WIB

Balai Besar POM Mataram Ungkap Dugaan Produksi dan Distribusi Kosmetik Ilegal di Lombok Timur

28 Februari 2026 - 21:01 WIB

Balai Besar POM Mataram Intensif Pengawasan Pangan Jelang Nataru 2026, Ditemukan 8 Item Produk Kadaluwarsa

18 Desember 2025 - 18:03 WIB

BGN Godok Rekomendasi 2026, Pokmas dan UMKM Didorong Jadi Kekuatan Program Gizi

18 Desember 2025 - 16:55 WIB

Trending di Kesehatan