MATARAM — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram memperkuat sinergi lintas sektor guna mengawal kualitas dan keamanan sajian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026.
Langkah ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program MBG bagi Pemerintah Daerah yang digelar oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Idoop Hotel, Mataram, 16–18 September 2026.

Hadir sebagai narasumber, perwakilan BBPOM di Mataram, Dra. Winartutik, Apt., menekankan bahwa jaminan keamanan pangan merupakan pilar utama yang tidak boleh terabaikan dalam ekosistem MBG. Menurutnya, makanan yang disajikan untuk para siswa tak hanya harus memenuhi standar gizi seimbang, tetapi juga wajib terbebas dari bahan berbahaya dan memenuhi kaidah higiene sanitasi.
“Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sangat krusial. Kita harus memastikan seluruh proses penyediaan pangan terlaksana secara aman, bermutu, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Winartutik di hadapan peserta rakor, Kamis (17/9/2029).
Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini melibatkan 50 peserta dari berbagai instansi strategis, mulai dari Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTB, BPMP NTB, Koordinator Regional serta Wilayah MBG, hingga perwakilan SPPG setempat.
Selain pengawasan mutu dan keamanan pangan, forum ini juga menyelaraskan berbagai agenda krusial pelaksanaan MBG di daerah. Mulai dari pemetaan serta validasi data sekolah penerima manfaat, evaluasi kendala di lapangan, hingga perumusan solusi konkret agar program MBG berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, BBPOM Mataram berkomitmen memastikan jutaan anak di NTB mendapatkan asupan makanan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dikonsumsi demi mencetak generasi emas yang sehat dan berprestasi. (AL-03)













