Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Nasional

Muhammadiyah Sudah Tetapkan Idul Fitri 21 April 2023

badge-check


					Konferensi Pers Maklumat PP Muhammadiyah “Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, Zulhijjah 1444 H di kantor PP Muhammadiyah belum lama ini. (foto istimewa) Perbesar

Konferensi Pers Maklumat PP Muhammadiyah “Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, Zulhijjah 1444 H di kantor PP Muhammadiyah belum lama ini. (foto istimewa)

YOGYAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan secara resmi 1 Syawal 1444 H jatuh pada Jumat, 21 April 2023.

Penetapan hari raya Idul Fitri ini bersamaan dengan penetapan 1 Ramadan 144 H pada Kamis, 23 Maret 2023 dan 1 Zulhijjah 1444 H pada Senin 19 Juni 2023.

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tarjih dan Tajdid Syamsul Anwar mengatakan,
penetapan 1 Ramadan memiliki potensi sama dengan pemerintah, tetapi awal Syawal dan Zulhijjah ada potensi berbeda dengan pemerintah karena Muhammadiyah memakai hisab hakiki wujudl hilal, sementara pemerintah berpedoman pada kriteria MABIMS. “Potensi perbedaan ada pada awal Syawal dan Zulhijah hal ini karena menurut kriteria MABIMS bulan bisa dilihat pada tinggi bulan sekurang-kurangnya 3 derajat dan elongasinya 6,4 derajat,” tuturnya belum lama ini dikutip dari laman muhammadiyah.or.id.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengingatkan supaya jika terjadi perbedaan jangan dijadikan sebagai sumber perpecahan, karena umat Islam di Indonesia memiliki pengalaman dalam perbedaan.

Perbedaan di tubuh umat Islam bukan suatu yang baru, oleh karena itu itu Haedar mendorong dari perbedaan itu lahir sikap saling menghargai, menghormati dan toleransi atau tasamuh, serta menimbulkan pernghargaan dan kearifa atas perbedaan.“Jangan juga dijadikan sumber yang membuat kita Umat Islam dan warga bangsa lalu retak, karena ini menyangkut ijtihad yang menjadi bagian denyut nad perjuangan perjalanan sejarah Umat Islam yang satu sama lain saling paham, menghormati dan saling menghargai.” Imbuhnya. (AL/03/aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemkomdigi, Indosat, UGM, dan NVIDIA Resmi Luncurkan Pusat Teknologi AI Pertama Berbasis Kampus di Indonesia

13 Agustus 2026 - 23:11 WITA

Indosat Luncurkan Zankore, Bangun AI Generasi Terbaru & Terbesar di Asia Tenggara

7 Agustus 2026 - 11:01 WITA

Penjualan Tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Resmi Dibuka

19 Juni 2026 - 10:31 WITA

Dalam Waktu Dekat HUAWEI MatePad akan Luncurkan Produk Baru di Indonesia dengan Diskon 42%

19 Juni 2026 - 07:09 WITA

Karate Piala Kapolri 2026 Dibuka, Buruan Daftar Kuota Peserta Terbatas

23 April 2026 - 16:00 WITA

Trending di Nasional