Menu ✖

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Headline

Tiga Ruas Jalan di Sumbawa Dibangun Pusat, Gubernur Iqbal Sebut Selesai dalam Dua Tahun

badge-check


					Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat mengecek ruas jalan Simpang Tano di Pulau Sumbawa belum lama ini. Perbesar

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat mengecek ruas jalan Simpang Tano di Pulau Sumbawa belum lama ini.

MATARAM-Upaya Gubernur NTB mendapat sokongan pusat untuk pembangunan jalan di Pulau Sumbawa membuahkan hasil.

Tiga ruas jalan di Kabupaten Sumbawa akan mendapat dukungan dari pusat. “Tiga ruas jalan di Kabupaten Sumbawa dipastikan terakomodir lewat IJD (Inpres Jalan Daerah),” katanya, Jumat (31/10) melalui pesan singkatnya.

Dijelaskan, tiga ruas jalan yang diakomodir dalam program IJD ini adalah ruas Batudulang–Tepal, senilai Rp 78 miliar, ruas Tepal–Batu Rotok, senilai Rp 205 miliar, serta ruas Lenangguar–Teladan, senilai Rp 29 miliar. Pembangunannya dipastikan dilaksanakan dengan skema Multi Years Contract (MYC).

“Selama puluhan tahun tiga ruas jalan ini kondisinya memprihatinkan. Targetnya, dalam dua tahun ke depan, ketiganya sudah selesai dibangun,” ucapnya.

Dengan terbangunnya tiga ruas jalan ini, sambung Iqbal, jalur antar kecamatan di Sumbawa dapat terhubung dengan baik. Diakuinya, persetujuan Menteri PU untuk masuk IJD tak mudah. Butuh proses panjang dan berliku. Ia bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa berjuang agar pembangunannya masuk skema Multi Years hingga dini hari.
“Ya, akhirnya pembangunan ketiga ruas ini disetujui,” tambahnya.

Mantan Dubes Indonesia untuk Turki ini melanjutkan, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyebut pembangunan menggunakan dua opsi pendanaan. Yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau pinjaman luar negeri, tergantung skema finalisasi proyek.
Sistem ini dipilih untuk mempercepat pembangunan sekaligus memastikan kontinyuitas pengerjaan lintas tahun anggaran.

“Nanti ruas jalan lain akan kembali diajukan, tentu bisa dengan skema yang berbeda,” tutupnya.(AL-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FP2K Bakal Surati Kembali BGN: Minta SPPG Dapur Lingga Putri Disuspend Hingga Pemeriksaan dan Perbaikan Ipal Tuntas

10 Oktober 2026 - 14:10 WITA

Dikpora NTB Dorong Generasi Muda Berkarakter, Berprestasi dan Peduli Terhadap Sesama

9 Oktober 2026 - 21:17 WITA

Perkuat Sinergi ABC, Kepala BPOM Tanam Pohon dan Dialog Langsung Bersama Santri Ponpes Nurul Haramain Narmada

9 Oktober 2026 - 21:03 WITA

BKD Mataram Buka-Bukaan Soal Pengawasan Pajak Berbasis Elektronik ke Pemkot Parepare

9 Oktober 2026 - 19:11 WITA

Dikunjungi Wali Kota Parepare, Mohan Tekankan Kerjasama dan Keberlanjutan Pembangunan

8 Oktober 2026 - 21:31 WITA

Trending di Headline