Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Daerah

BBPOM Di Mataram Kembali Hadir Dukung Intervensi Serentak Pencegahan Stunting (Isps) Tahun 2024 Di Posyandu Keluarga Tulip, Kelurahan Monjok – Kota Mataram

badge-check


					BBPOM Di Mataram Kembali Hadir Dukung Intervensi Serentak Pencegahan Stunting (Isps) Tahun 2024 Di Posyandu Keluarga Tulip, Kelurahan Monjok – Kota Mataram Perbesar

Mataram, Kamis (27/06/2024) Stunting merupakan permasalahan nasional yang penangananya harus komprehensif dan terpadu, setiap elemen bangsa harus berperan aktif untuk menurunkan prevalensi stunting. Komitmen Badan POM dalam mendukung Intervensi Serentak Pencegahan Stunting (ISPS) terus bergulir, kembali berkolaborasi dengan BKKBN, TP PKK Kecamatan Selaparang dan Puskemas Mataram, BBPOM di Mataram hadir di Posyandu Keluarga Tulip, Lingkungan Kamasan, Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kepala BBPOM di Mataram, Yosef Dwi Irwan. Lurah Monjok, Leo Amri mengapreasiasi dan mengucapkan terima kasih atas dukungan BBPOM di Mataram, baik dalam upaya edukasi masyarakat tentang Obat dan Makanan yang aman serta pemberian paket pencegahan stunting bagi peserta Posyandu Keluarga Tulip

ISPS bertujuan untuk meningkatan kunjungan dan cakupan sasaran ke Posyandu, deteksi dini masalah gizi, memberikan edukasi pencegahan stunting bagi calon pengantin, ibu hamil dan balita serta melakukan intervensi segera bagi sasaran yang memiliki permasalahan gizi. Kegiatan yang dilakukan meliputi pendataan, pendampingan, penimbangan, pengukuran, edukasi, validasi dan intervensi secara berkelanjutan.

“Kolaborasi intervensi dalam kegiatan Posyandu Keluarga ini merupakan kegiatan yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Stunting akan berdampak pada tumbuh kembang fisik dan intelektual anak, hal ini dapat mempengaruhi daya saing bangsa kedepannya. Pemerintah harus hadir untuk memastikan ketersediaan serta terpenuhinya pangan yang aman, bermutu dan bergizi guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045” ungkap Yosef

“BBPOM di Mataram senantiasa mendukung dan siap berkolaborasi dengan pemangku kepentingan dalam upaya menurunkan angka stunting di Nusa Tenggara Barat. Melalui edukasi kepada peserta Posyandu Keluarga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang arti pentingnya pangan yang aman, bermutu dan bergizi” sambung Yosef

Selain memberikan edukasi langsung kepada peserta Posyandu terkait Keamanan Pangan (5 Kunci Keamanan Pangan, Waspada Bahan Berbahaya Dalam Pangan), Cek KLIK dan BPOM Mobile, BBPOM di Mataram juga menyerahkan paket pencegahan stunting berupa telur dan garam beryodium kepada 89 sasaran yang terdiri dari balita, ibu hamil dan lansia yang hadir dalam kegiatan ISPS di Posyandu Keluarga Tulip. BBPOM Mataram juga mendisplay contoh produk obat, kosmetik, obat tradisional dan pangan yang Tidak Memenuhi Ketentuan (tanpa izin edar, mengandung bahan berbahaya) sebagai upaya memutus mata rantai peredaran produk ilegal yang beresiko pada kesehatan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bank NTB Syariah Tegaskan Kinerja Operasional Tetap Tumbuh

17 Maret 2026 - 18:54 WIB

Gubernur Iqbal Lantik Anggota Komisi Informasi Provinsi NTB Periode 2026 – 2030

27 Februari 2026 - 00:05 WIB

Perjuangkan Nasib Honorer, Aliansi Non Database Dompu Siap Gelar Aksi Damai

14 Januari 2026 - 23:33 WIB

Polda NTB dan Para Ojol Gelar Sholat Ghaib untuk Almarhum Kurniawan Arfan

30 Agustus 2025 - 14:54 WIB

FORNAS VIII, Lebih dari Sekadar Event: Kemenko PMK Tegaskan Pentingnya Keterlibatan Semua Pihak

25 Juni 2025 - 08:22 WIB

Trending di Daerah