Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Headline

BBPOM Mataram Intensifkan Pengawasan Pangan Jelang Ramadhan 1447 H

badge-check


					BBPOM Mataram Intensifkan Pengawasan Pangan Jelang Ramadhan 1447 H Perbesar

LOMBOK TENGAH — Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Mataram bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lombok Tengah melakukan pengawasan terpadu pangan di wilayah Selong Belanak, Lombok Tengah. Kegiatan ini bertujuan memastikan pangan yang beredar aman, bermutu, dan layak konsumsi bagi masyarakat.

Tim gabungan melakukan pemeriksaan langsung toko ritel dan distributor pangan.

Fokus pengawasan meliputi pengecekan izin edar, tanggal kedaluwarsa, kondisi kemasan, serta label produk. Dalam kegiatan tersebut, petugas juga memberikan edukasi kepada pedagang agar lebih teliti dalam menerima pasokan barang dan memastikan produk yang dijual telah memenuhi persyaratan keamanan pangan. Masyarakat turut diimbau menjadi konsumen cerdas dengan selalu memeriksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli.

Sinergi antara BBPOM di Mataram dan Perindag Lombok Tengah diharapkan dapat memperkuat pengawasan di tingkat daerah, sekaligus meningkatkan kesadaran pelaku usaha dan masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan, khususnya menjelang Ramadhan.

Kegiatan pengawasan ini akan terus dilakukan secara berkala selama periode Ramadhan guna menjaga stabilitas dan keamanan pangan di wilayah kabupaten/kota di seluruh pulau Lombok. Selain pengawasan di sarana ritel dan distributor, selama bulan Ramadhan pengawasan juga akan difokuskan pada makanan takjil yang dijual di berbagai titik keramaian, termasuk sentra penjualan kuliner sore hari. Petugas akan melakukan uji cepat (rapid test) di lapangan terhadap sampel takjil untuk memastikan tidak mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, maupun methanil yellow. (AL-03) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemprov NTB Gandeng Yayasan Australia Menyasar 5000 Penderita Sakit Mata

21 April 2026 - 15:31 WITA

Jepang Antusias Jajaki Kerjasama Dengan NTB

21 April 2026 - 12:22 WITA

Mantan Sekdis Dikbud Lotim Dituntut 7 Tahun Penjara, Direktur PT Temprina 8 Tahun

21 April 2026 - 11:35 WITA

Aruna Senggigi Perkenalkan Mandura Multifunction dalam Acara Halalbihalal Bersama Media, EO & WO

20 April 2026 - 16:26 WITA

Gubernur Iqbal Laporkan Pemilik Akun Saraa Azahra ke Polda NTB, Laporan Bersifat Pribadi Sebagai Warganegara

19 April 2026 - 16:19 WITA

Trending di Headline