MATARAM – Tradisi peresean khas masyarakat Sasak kini merambah medium baru.
Warisan budaya yang selama ini identik dengan arena pertarungan rotan tersebut diangkat menjadi serial sandiwara radio bertajuk “Napas Peresean dalam Sandiwara Radio”.
Program ini dikemas dalam bentuk drama audio berseri yang menampilkan kisah kehidupan para pepadu—tokoh sentral dalam tradisi peresean yang sarat nilai keberanian, kehormatan, dan persaudaraan.
Produksi ini turut melibatkan penyiar senior, pemain sandiwara radio, serta kreator konten berpengalaman di Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Program ini menghadirkan kisah dramatik tentang dunia para pepadu, para petarung dalam tradisi peresean yang dikenal sebagai simbol keberanian, kehormatan, dan persaudaraan.
Melalui pendekatan sandiwara radio, tradisi tersebut dihadirkan kembali dalam bentuk cerita yang menyoroti sisi kemanusiaan para pelakunya,” ungkap M. Sukri ‘Ray Aruman’ selaku inisiator sekaligus produser audio dramania Napas Peresean dalam Sandiwara Radio.
Sukri menegaskan, penggarapan program ini dilakukan melalui proses riset panjang. Tim kecil dibentuk untuk melakukan kajian pustaka, mengumpulkan cerita lama, hingga mewawancarai sejumlah pihak yang memahami perjalanan para pepadu.
“Sebagai produser, saya membentuk tim kecil yang melakukan kajian pustaka, mengumpulkan cerita-cerita lama, dan melakukan berbagai wawancara dengan pihak-pihak yang mengetahui perjalanan hidup para pepadu,” jelasnya.
Dalam pengembangan cerita, Sukri menggandeng jurnalis senior NTB Buyung Sutan Muhlis yang dipercaya menulis naskah. Naskah sandiwara radio tersebut kini telah rampung dan siap diproduksi.
”Alhamdulillah, naskah sandiwara sudah tuntas beliau tulis dan siap produksi,” ujarnya.
Libatkan Tim Kreatif Berpengalaman
Produksi drama audio ini diperkuat oleh tim kreatif lintas generasi. Dedi Suhadi didapuk sebagai sutradara.
Ia dikenal sebagai praktisi media yang berpengalaman dalam produksi program siaran, dengan kemampuan membangun ritme dramatik dan mengarahkan aktor suara secara kuat.
Di posisi narator, hadir Esdarita, penyiar senior yang pernah berkiprah di RRI Mataram.
Sosoknya dikenal sebagai salah satu suara ikonik radio di NTB, dengan karakter vokal yang kuat dan pengalaman panjang dalam membangun kedekatan emosional dengan pendengar.
Sementara itu, aspek teknis produksi seperti desain audio, musik, dan montage ditangani oleh Zamy Sangga Firdaus, kreator audio visual muda yang dikenal adaptif terhadap perkembangan konten digital dan piawai meramu atmosfer dramatik melalui suara.
Kolaborasi ini juga akan melibatkan penyiar legendaris serta pemain sandiwara radio yang pernah berjaya di era radio. Langkah ini dinilai sebagai upaya menghidupkan kembali kejayaan sandiwara radio sekaligus menjaga kualitas artistik produksi.
“Dengan menghadirkan kembali para aktor suara berpengalaman, saya berharap drama radio ini memiliki kualitas artistik yang kuat sekaligus menghadirkan nostalgia bagi generasi yang pernah hidup bersama kejayaan radio,” tandasnya.
Untuk menjaring talenta, tim produksi menggandeng komunitas veteran penyiar seperti Tenda Siar NTB dan Komunitas Penyiar Radio Kita. Proses audisi tengah disiapkan 5untuk mendapatkan pengisi suara terbaik
“Insyaallah proses audisi pengisi suara akan menghasilkan talent terbaik,” sebutnya.
Angkat Sisi Humanis Kehidupan Pepadu
Serial Napas Peresean direncanakan hadir dalam tujuh episode. Cerita berfokus pada perjalanan seorang anak yang tumbuh di lingkungan peresean, belajar tentang keberanian, luka, persahabatan, hingga makna kehormatan.
Produksi ini tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya lokal kepada publik luas melalui medium audio yang imajinatif.
“Saya membayangkan bagaimana kisah-kisah heroik para pepadu Peresean dapat dihidupkan kembali melalui medium audio,” ulas Sukri.
Ia menambahkan, radio memiliki kekuatan membangun imajinasi, sebagaimana era kejayaan sandiwara radio pada dekade 1980–1990-an.
“Kita ingin menghadirkan kembali pengalaman itu, tetapi dengan cerita dari Lombok, dengan napas budaya Sasak yang kuat. Sebuah drama yang bukan hanya menghadirkan pertarungan, tetapi juga ymenampilkan perjalanan hidup, persahabatan, rivalitas, dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi Peresean,” tandasnya.
Program ini mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiana dan LPDP. Dukungan tersebut dinilai sebagai bentuk ruang bagi inisiatif kreatif dalam merawat warisan budaya.
“Dukungan ini menjadi bukti bahwa negara memberi ruang bagi inisiatif kreatif masyarakat dalam merawat warisan budaya. Bagi saya pribadi, dukungan ini bukan sekadar bantuan program.
Ini adalah kepercayaan bahwa cerita-cerita dari Lombok layak untuk diangkat dan dibagikan kepada publik yang lebih luas,” imbuhnya.
Tentang Program
Judul: Napas Presean dalam Sandiwara Radio
Jumlah Episode: 7
Episode
Produser: M. Sukri AR
Penulis Naskah dan Ide Cerita:
Buyung Sutan Muhlis
Pembawa Cerita/Narator:
Esdarita
Teknik dan Montage:
Zami Sangga Firdaus
Sutradara :
Dedi Suhadi
Didukung oleh:
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia
melalui Program Dana Indonesiana. (AL-03)













