Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Headline

Pemprov NTB Tawarkan Kerjasama Melalui Program Bank NTB Syariah terkait PMI ke Jepang

badge-check


					Pemprov NTB Tawarkan Kerjasama Melalui Program Bank NTB Syariah terkait PMI ke Jepang Perbesar

MATARAM — Gubernur Nusa Tenggara Barat, menerima audiensi Indonesia Research Institute Japan (IRIJ) terkait kesiapan tenaga kerja NTB melalui pelatihan keterampilan kerja, bahasa dan mitra bisnis jepang untuk NTB serta kerjasama sekolah/lembaga pelatihan kerja (LPK). di ruang kerjanya pada Rabu, (15/4/2026).

Pada pertemuan tersebut, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal menyampaikan bahwa pendekatan untuk PMI melalui kewajiban internasional, baik pada perlindungan, kesejahteraan dan lainnya.

“Kami di NTB sekarang pendekatannya pada kewajiban internasional sebenarnya memberikan perlindungan kepada warga sipil bukan pada pekerja saja tetapi pada keluarga baik pada pra penempatan, saat penempatan maupaun setelah penempatan,”
uraiannya

Selain itu dijelaskan bahwa terkait skema pelatihan kerja di NTB dengan pola pembiayaan melalui bank NTB Syariah, menerapkan pembagian pada tingkat SMK disiapkan untuk dunia kerja, dan siswa SMA di arahkan untuk kuliah dan atau kerja.

“Kami mendesain program bersama bank NTB Syariah, pendekatannya adalah zero cost keluar negeri melalui pembayaran pembiayaan didepan, perusahaan yang merekrut akan mengganti ke Bank NTBs dan dalam waktu dekat dengan negara Malaysia akan mulai diterapakan,” lanjutnya.

Bank NTB Syariah menyediakan pola pembiayaan khusus bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Terintegrasi dengan prinsip syariah.

“Polanya pekerja yang bekerja di Malaysia akan membuat satu akun, dimana bisa di akses daerah asal bekerja dan di daerah asal melalui bank NTB Syariah, sehingga pekerja setelah melalui prosedural ini kembali ke daerah asal sudah memiliki modal dan melalui program bank NTBs khusus untuk PMI (Pekerja Migran Indonesia) pekerja bisa memilih investasi bisnis yang ada di NTB.

Terkait PMI jepang dan Korea, Gubernur NTB berharap bisa menerapkan skema ini, dengan kerjasama antar bank, sehingga pekerja mendapatkan perlindungan dan kemudahan.

Skema ini bisa di kembangankan untuk di Korea maupun jepang. Kerjasama antar bank di sana dengan kamindi NTB Syariah,” terangnya.

Di NTB, IRIJ akan membuka kerjasama melalui penelitian, bisnis, dan pendidikan/pelatihan yang akan bekerjasama dengan Jepang. Hal ini sejalan dengan tujuan lembaganya yakni mendukung Jepang dan Indonesia untuk tumbuh bersama.

Hal tersebut dijelaskan oleh Dr. Dendi Muhamad, Ph.D., yang menjabat sebagai Vice President dan Chief Research Officer (CRO) Tokyo

“Lembaga kami berdiri sejak tahun 2011 di Tokyo, selama 3 tahun terkahir kami di percaya sebagai lembaga yang mewakili Tokyo untuk Indonesia. Kami memang bergerak di bidang riset karena setiap perusahaan/institusi jepang yang ingin ke Indonesia pasti ada risetnnya. kemudian berkembang semakin banyak pendirian perusahaan, pencarian patner, tenaga kerja dan lain-lain,” terangnya.

Ditambahkan, bahwa pada tahun 2018 dan 2019 banyak perusahaan yang menjadi mitra IRIJ meminta tenaga kerja.

“Banyak perusahaan bangkrut bukan karena kekurangan uang, tapi soal tenaga kerja, banyak perusahaan meminta kami menyiapkan tenaga kerja,” imbuhnya.

IRIJ sedang mengelola sepuluh sekolah (Lembaga Pelatihan Kerja -LPK), dan ikut mengembangkan kebutuhan guru dengan membangun relasi dengan berbagai universitas, terkait pelatihan kemampuan bahasa, dan kesiapan tenaga kerja di Indonesia.

“Kami mewakili pemerintah Tokyo sudah tiga tahun dipercaya sebagai perwakilan lembaga riset di Indonesia. Sekarang mencapai 300 orang sejak tahun 2021 sampai dengan 2022 yang di dikirim sebagai tenaga kerja di jepang melalui pelatihan skill dan bahasa jepang,” ujarnya.

Beberapa K
kerjasama IRIJ dengan beberapa universitas di Bandung, baik melalui seleksi utk pelatihan engineering dan bahasa Jepang untuk mendapatkan peluang kerja di perusahan konstruksi di jepang.

“Di NTB kami meminta dukungan kerjasama untuk penunjukan lembaga yang akan melakukan pelatihan bahasa, skill dan membangun mitra bisnis dengan perusahan yang ada di jepang pada berbagai bidang,” tutupnya. (AL-03) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemprov NTB Kembangkan Seaplane untuk Konektivitas Antar Destinasi

15 April 2026 - 14:00 WIB

NTB Kejar Target Satu Digit Kemiskinan

14 April 2026 - 17:21 WIB

Pengurus MUI NTB Dikukuhkan, Gubernur Iqbal Soroti Pelecehan Seksual dan Kemiskinan Ekstrem

12 April 2026 - 14:45 WIB

Bupati Bambang Firdaus Paparkan Deretan Prestasi dan Arah Pembangunan di HUT ke-211 Dompu

12 April 2026 - 11:51 WIB

Pemprov NTB dan Kementerian ATR/BPN Bahas Sinkronisasi Tata Ruang, Pengamanan Aset Daerah, dan Pengendalian Lahan

11 April 2026 - 11:46 WIB

Trending di Headline