MATARAM — Berkolaborasi dengan Teman Generasi Toleransi (Tegar) Kota Mataram, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Mataram menyalurkan ratusan mushaf Al-Qur’an dan buku Iqro’ ke sejumlah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di wilayah Kabupaten Lombok Timur pada hari Jum’at (17/4/2026) kemarin.
Penyaluran Al-Qur’an dan Iqro’ di pelosok desa adalah bentuk kepedulian terhadap pendidikan agama yang harus terus diperjuangkan untuk menciptakan generasi yang religius di Nusa Tenggara Barat.

Pembina Tegar sekaligus Anggota Tagana Kota Mataram, Taufik Al Hidayat menjelaskan penyaluran bantuan Al-Qur’an dan Iqro’ di Kabupaten Lombok Timur menyasar beberapa titik yang dinilai sangat membutuhkan pembaruan sarana belajar mengaji, terutama bagi anak-anak di pelosok desa yang fasilitas pendidikannya masih terbatas.
Penyaluran pertama dilakukan di TPQ Ummul Qur’an Dusun Sundak, Desa Rarang, Kecamatan Terara sebanyak 30 buah Al-Qur’an dan 20 buah Iqro’. Kedua, di TPQ Nurul Qur’an NW Dusun Pelah, Desa Rarang sebanyak 35 buah Al-Qur’an dan 10 buah Iqro’. Ketiga di Remaja Musholla Baiturrahim Dusun Montong Moles, Desa Setanggor Utara, Kecamatan Sukamulia sebanyak 35 buah Al-Qur’an dan 20 buah Iqro’. Dan terakhir di Dusun Paek, Desa Pandanwangi, Kecamatan Jerowaru sebanyak 30 buah Al-Qur’an serta 10 buah Iqro’.
“Alhamdulillah, bertepatan dengan HUT Tagana yang ke 22 tahun, kemarin kami telah menyalurkan bantuan 130 Al-Qur’an dan 60 buah Iqro’ untuk beberapa TPQ di Lombok Timur”, jelas Taufik, Minggu (19/04/2026).
Taufik berpesan, bantuan Al-Qur’an dan Iqro’ ini supaya dijaga, dimanfaatkan dan digunakan dengan baik dalam proses belajar mengajar di TPQ masing-masing. Ia juga mengingatkan kepada para santri supaya lebih tekun dan rajin lagi menuntut ilmu agar menjadi anak soleh solehah dan bermanfaat untuk bangsa.
Dengan peran penting TPQ dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia, Taufik berharap pemda (pemerintah daerah) setempat agar memberikan perhatian serius untuk membantu TPQ yang membutuhkan bantuan, seperti tempat mengaji sudah rusak, tak layak pakai, kekurangan Al-Qur’an dan lain sebagainya.
“Semoga pemda setempat bisa memberikan bantuan kepada TPQ-TPQ disana agar proses belajar mengajar mengajinya lebih baik dan bagus kedepannya”, ucap Taufik.
Selanjutnya dalam waktu dekat, Taufik juga berencana akan menyantuni seorang anak yatim di Lombok Tengah yang sedang menderita penyakit hydrocephalus. Kabarnya anak tersebut sudah yatim sejak bayi setelah ibunya meninggal dan ayahnya menikah lagi, sehingga saat ini dirawat oleh kakaknya.
“InsyaAllah dalam waktu dekat ini, kita akan menyantuni kepada seorang anak yatim di Lombok Tengah. Kabarnya dia tengah mengalami penyakit cukup serius. Dan semoga sedikit bantuan ini bisa bermanfaatnya untuknya”, kata Taufik mengakhiri wawancara. (AL-03)













