MATARAM—-Mantan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menanggapi rumor dirinya menerima aliran dana hibah yang diberikan kepada lembaga NTB Care pada masa kepemimpinannya.
Sebelumnya, rumor ini berhembus kencang. Sejumlah pihak meminta agar anggaran hibah untuk NTB Care dari Pemprov NTB agar diaudit. “Saya sebenarnya agak malas merespon hal-hal yang sudah berlalu. Tapi kadang terpaksa juga harus melakukan agar tidak melebar ke sana kemari,”tulis Bang Zul sapaan Gubernur NTB periode 2018-2024 di akun medsosnya @Bung Zulkifliemansyah pada Senin (4/5/2026).

Bang Zul menilai jika anggapan tersebut tidak direspon, maka bisa-bisa dipersepsikan sebagai sebuah kebenarannya. Meski hal tersebut tidak benar adanya. “Karena kalau tidak direspon lama-lama orang bisa mempersepsikannya sebagai sebuah kebenaran. Apalagi dilakukan dengan framing dengan tujuan tertentu,”ujarnya.
Ia mengaku haren jika ada tuduhan tersebut ditujukan kepada dirinya. Hingga diri bertanya-tanya maksud dan tujuan tuduhan tersebut. Apalagi nilai yang dituduhkan cukup pantastis mencapai Rp 31 miliar. “Tiba-tiba ada tuduhan dana NTB Care mengalir 31 M ke saya pribadi. Ini keterlaluan juga. Maksudnya apa begini2 ini?,”tulisnya seraya bertanya.
Bahkan kata Bang Zul, jika ingin diaudit , ia mempersilakannya dan tidak perlu harus diributkan kesana-kemari. Meski ia mengakui jika pernah memberikan bantuan kepada NTB Care berupa satu unit sepeda motor untuk operasionalnya. “Kalau mau diaudit, audit saja. Nggak usah ribut sana sini. Saya barusan telp Pak Rizal Dilaga Mantan Kepala BPKAD waktu saya menjabat dulu. Nggak ada kata beliau, kita pernah kasih hibah-hibah sampai ratusan miliar ke NTB Care. Kita cuma pernah bantu 1 sepeda motor utk operasional NTB Care, itu saja katanya,”jelasnya dalam tulisan yang banyak dikomentri oleh warganet.
Ia juga menuturkan, pada periode kepemimpinannya, hadirnya NTB Care karena masih banyak masyarakat NTB yang belum terlayani dengan berbagai alasan. Sehingga hadirnya NTB Care sebagai wadah untuk menjawab keluhan masyarakat.
Menurutnya, program NTB Care dinilai cukup bagus sebagai garakan sosial dan gerakan moral jika ada kebutuhan masyarakat yang harus segara ditangani. “Kita berinteraksi dengan NTB Care karena masyarakat kita masih banyak yg tidak terlayani dan tersentuh dengan baik krn berbagai alasan. Jadi ya baguslah program-programnya. Jadi NTB Care itu seperti gerakan sosial dan gerakan moral. Kalau ada yg butuh kursi roda ya kalau ada di bantu oleh dinas sosial. Kalau mau nyeberang gratis minta bantuan Dishub. Kalau nggak ada biaya rumah sakit ya NTB Care telp dokter Jack (dr Lalu Herman Mahaputra-Dirut RSUP NTB) untuk minta bantuan. simple-simple saja,”tuturnya.
“Kok sekarang seram-seram amat seakan-akan ada korupsi ratusan miliar dan lain-lain. Ampun deh. Saya yakin yang begini-begini ini pasti bukan Pak Gub dan Ibu Wagub. Pembisik-pembisik mbok ya janga kelewatan juga dong berselancarnya,”tutupnya dalam tulisan yang telah dibagikan hingga 58 kali.(AL-01)













