Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Headline

28 Warga Binaan Lapas Lombok Barat Dilatih Keterampilan Bidang Konveksi

badge-check


					28 Warga Binaan Lapas Lombok Barat Dilatih Keterampilan Bidang Konveksi Perbesar

LOMBOK BARAT — Di tengah kebutuhan industri tekstil dan konveksi yang terus tumbuh, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lombok Barat mengambil langkah strategis dengan mencetak tenaga terampil dari kalangan warga binaan.

Sebanyak 28 warga binaan kini mengikuti pelatihan menjahit intensif yang difasilitasi bersama PT. Segara Mitra Utama — sebuah inisiatif yang tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga berpotensi menjawab kebutuhan tenaga kerja sektor garmen di tingkat lokal.

Program ini tidak dirancang sekadar sebagai kegiatan pengisi waktu. Pelatihan disusun berbasis kompetensi industri, dimulai dari penguasaan teknis mesin jahit hingga target produksi konveksi yang berkelanjutan.

Kusnadi, instruktur dari PT. Segara Mitra Utama yang turun langsung memandu pelatihan, menyebut standar yang diterapkan setara dengan kebutuhan industri nyata.

“Kami tidak ingin peserta hanya tahu separuhnya saja. Target kami, mereka harus benar-benar mahir, sehingga ketika keluar nanti sudah siap terjun langsung ke dunia kerja atau bahkan membuka usaha sendiri,” ujar Kusnadi pada Selasa (09/06) di sela-sela ia melatih warga binaan.

Kemitraan Lapas Lombok Barat dengan sektor swasta ini dinilai sebagai model pembinaan yang efektif dan efisien. Alih-alih mengandalkan anggaran negara sepenuhnya, skema ini mengoptimalkan peran dunia usaha dalam rehabilitasi warga binaan.

Kepala Lapas Lombok Barat, M. Fadli, menyebut program ini sebagai bentuk investasi jangka panjang yang hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami ingin memastikan setiap warga binaan yang keluar dari sini membawa bekal yang nyata. Pelatihan menjahit ini bukan sekadar pengisi waktu, ini adalah investasi untuk masa depan mereka agar bisa hidup mandiri dan produktif di tengah masyarakat,” kata M. Fadli.

Jika program ini berhasil, 28 warga binaan berpotensi menjadi tenaga produktif di sektor konveksi — industri yang menyerap jutaan tenaga kerja di Indonesia. Model ini juga membuka peluang pengembangan unit usaha berbasis lapas yang berkontribusi pada perekonomian daerah.

Praktik menjahit dijadwalkan dimulai dalam kurang dari sepekan ke depan, setelah seluruh perangkat mesin rampung dipersiapkan. (AL-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

107 Pembalap Siap Ramaikan MFoS Putaran Kedua dan Kejurnas ITCR 2026 di Sirkuit Mandalika

11 Juni 2026 - 06:12 WITA

Gubernur NTB Tolak Rekrutmen Asal-asalan, Minta Relaksasi Perekrutan Tenaga Profesional

10 Juni 2026 - 20:12 WITA

Sambut World Blood Donor Day 2026, Aruna Senggigi Resort & Convention Gelar Donor Darah “Road to Tentastic : 10 Years of Amazing Journey”

10 Juni 2026 - 20:04 WITA

The Mandalika Terus Tumbuh, Keterlibatan Stakeholder Jadi Fondasi Keberlanjutan Kawasan

10 Juni 2026 - 08:28 WITA

Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Minta Kasus Dugaan Pembakaran Santri di Lombok Tengah Diusut Tuntas

8 Juni 2026 - 11:54 WITA

Trending di Headline