Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Pendidikan

Cegah Santri Putus Sekolah, Wakil Ketua DPR RI Hj Sari Yuliati Salurkan Bantuan PIP dan KIP Kuliah di Ponpes NU Abhariyah

badge-check


					Cegah Santri Putus Sekolah, Wakil Ketua DPR RI Hj Sari Yuliati Salurkan Bantuan PIP dan KIP Kuliah di Ponpes NU Abhariyah Perbesar

LOMBOK BARAT — Wakil Ketua DPR RI, Hj Sari Yuliati memberikan apresiasi dan motivasi mendalam kepada para wisudawan dan wisudawati santri program Wisuda Takhasus Santri Pondok Pesantren NU Abhariyah, Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat Selasa (4/8/2026).

Dalam sambutannya, Sari Yuliati mengatakan, bahwa kelulusan ini bukanlah titik akhir dari perjalanan menuntut ilmu, melainkan langkah awal untuk mengembangkan pengetahuan dan mengabdikan diri kepada masyarakat.”Wisuda hari ini bukanlah wisuda terakhir dari perjalanan menuntut ilmu, melainkan awal dari perjalanan yang lebih panjang dalam mengembangkan pengetahuan dan mengabdi kepada masyarakat,” ujar Sari Yuliati.

Ia juga membagikan pengalaman pribadinya yang hingga kini masih aktif menuntut ilmu sebagai kandidat Doktor Hukum di Universitas Padjadjaran, Bandung meski usianya telah mendekati setengah abad. Hal ini ia sampaikan untuk memotivasi para santri agar tidak pernah berhenti belajar.
“Di usia saya yang hampir setengah abad, saya tetap semangat menuntut ilmu. Teruslah banyak membaca, mencari ilmu, memperluas wawasan, serta meningkatkan kualitas keimanan dan akhlak,” tambahnya.

Pada wisuda ini, Sari Yuliati menyerahkan bantuan PIP kepada para santri di Ponpes NU Abhariyah. Sari mengungkapkan bahwa dirinya memiliki kedekatan emosional dengan Ponpes NU Abhariyah. Dirinya dan Ponpes NU Abhariyah sudah seperti keluarga, bahkan setiap dirinya datang ke Ponpes NU Abhariyah ia merasa lebih tenang dan nyaman.” Setiap saya ke Abhariyah saya merasa seperti pulang ke rumah “ bertemu umi dan keluarga besar Abhariyah,”ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Wakil Ketua DPR RI ini memberikan motivasi, dimana menghadapi era digitalisasi dan perubahan zaman yang cepat. Sari Yuliati mengingatkan pentingnya kemampuan beradaptasi. Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini bergerak sangat cepat, bahkan melebihi dinamika hukum itu sendiri.
Oleh karena itu, ia berharap para santri tidak hanya unggul dalam pemahaman keagamaan, tetapi juga mampu berperan aktif di berbagai bidang kehidupan. “Saya berharap para santri dapat menjadi generasi yang unggul, beradaptasi dengan teknologi, menjadi teladan di tengah masyarakat, serta menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi agama, nusa, bangsa, dan keluarga,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Sari menyatakan pihaknya tidak ingin ada santri yang berhenti sekolah atau berhenti mondok karena tidak ada biaya. Untuk itu pihaknya memberikan program berupa program PIP dan Program KIP kuliah untuk ponpes NU Abhariyah.

Mengakhiri amanatnya, Sari Yuliati menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Ia berdoa agar keberhasilan hari ini menjadi pijakan menuju masa depan yang lebih baik, bermanfaat dan membanggakan orang tua serta almamater.
Dalam kesempatan ini, Sari Yuliati memberikan bantuan kepada Ponpes Abhariyah sebesar Rp 100 juta untuk pembangunan pondok pesantren, dan juga memberikan bantuan program sanitasi.

Sementara itu Pengasuh Ponpes NU Abhariyah Ustadz Imam Kafali mengungkapkan rasa bangga atas kehadiran dari Wakil Ketua DPR RI Hj.Sari Yuliati, dimana hubungan Ponpes NU Abhariyah dengan Sari Yuliati sudah seperti keluarga. ” Saya dan Ibu Sari ini sudah seperti saudara, sehingga ibu Sari ini adalah bagian dari keluarga besar Ponpes NU Abhariyah,”ujarnya.

Ia menuturkan, Sari Yuliati sudah lama peduli terhadap Ponpes NU Abhariyah, karena sejak tahun 2019, bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) telah disalurkan secara konsisten tanpa terkecuali kepada seluruh santri di Ponpes NU Abhariyah.” Sejak tahun 2019, Ibu Sari sudah menyalurkan bantuan untuk Abhariyah,”ujarnya.

Program ini dinilai sangat membantu para santri yang mayoritas berasal dari kalangan menengah ke bawah, sehingga mereka yang sebelumnya terancam putus sekolah akibat kendala biaya dapat terus melanjutkan pendidikannya.
“Sistem yang kami terapkan di sini, ketika PIP ini dicairkan untuk jenjang SMP, dicairkan langsung oleh orang tuanya. Kami sarankan untuk menyelesaikan kewajiban administrasi pesantren. Alhamdulillah, santri dan wali santri di Ponpes Abhariyah sangat taat,” ujarnya.

Tak hanya jenjang pendidikan dasar dan menengah, dukungan tersebut juga menjangkau para santri yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan pencairan bantuan dilakukan per semester.” Kami di pesantren menjamin seluruh bantuan tersebut dimanfaatkan sepenuhnya untuk mendukung kelancaran studi para mahasiswa,”terangnya.

Selain bantuan akses pendidikan, Bendahara Umum Partai Golkar ini menunjukkan bentuk kepedulian juga diwujudkan melalui penyediaan operasional satu unit kendaraan operasional (operasional BPKH). Kendaraan tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk kemaslahatan umat, seperti mengantar santri yang membutuhkan pengobatan maupun kebutuhan operasional pesantren lainnya.

Imam kafali yang juga Ketua BM Kosgoro 1957 NTB ini memberikan apresiasi tinggi kepada Sari Yuliati yang juga Ketua umum Kosgoro 1957. Karena sudah memberikan perhatian yang tinggi kepada semua pondok pesantren yang ada di NTB, salah satu perhatian serius Sari dibuktikan dalam memberikan perhatian kepada para santri yang mengalami kekerasan di pulau Lombok.

Menutup sambutannya, Imam Kafali menegaskan bahwa seluruh rekam jejak bantuan dan perjuangan yang telah diberikan merupakan bukti nyata kepedulian bagi masyarakat Lombok dan keluarga besar Pondok Pesantren NU Abhariyah.
Tahun ini ada 16 santri yang mengikuti wisuda. Mereka adalah santri yang sudah selesai menjalani pendidikan santri selama 7 tahun di Ponpes NU Abhariyah.(AL-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MA NWDI Gereneng Perluas Kerja Sama Internasional, Gandeng Politeknik Ungku Omar Malaysia

2 Agustus 2026 - 23:55 WITA

MAN 1 Mataram Buka MATAMUDA, Ratusan Siswa Ikrar Tolak Bullying dan Grooming

13 Juli 2026 - 21:16 WITA

Dikpora NTB Dorong Pelajar Sumbawa Berkarya Lewat Film dan Kampanyekan Anti Pernikahan Anak

21 Mei 2026 - 20:32 WITA

Atap SMAN 7 Mataram Ambruk, 5 Siswa Terluka

19 Mei 2026 - 19:27 WITA

Pisah Kenang SMAN 1 Pringgasela, Tangis Pecah Saat Prosesi Pelepasan

19 Mei 2026 - 13:09 WITA

Trending di Pendidikan