Menu ✖

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Berita

31 Kepsek SMP di Mataram Ikuti Pelatihan Sosialisator JSN 45

badge-check


					31 Kepsek SMP di Mataram Ikuti Pelatihan Sosialisator JSN 45 Perbesar

MATARAM — Pembukaan kegiatan pelatihan calon sosialisator tahun 2026 oleh Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai (JSN 1945) oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan dilaksanakan selama satu minggu.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dikpora NTB, Kejaksaan, Kepolisian. Adapun jumlah peserta pelatihan dalam kegiatan ini sebanyak 31 orang yaitu dari Kepala Sekolah SMP se-Kota Mataram. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Golden Palace, Senin, 26/10/2026.

Ketua panitia Mayjen TNI Drs. H. Rudjiono menyampaikan bahwa kegiatan akan dilaksanakan selama satu minggu kedepan dan sebenarnya diikuti oleh 32 orang. Akan tetapi satu orang berhalangan hadir.

“Peserta sebanyak 31 orang, itu semuanya dari kepala sekolah SMP se-Kota Mataram,” kata Rudjiono dalam laporanya.

Selain itu, mewakili Ketua DPP LVRI, Marsdya TNI Purn. Wresniwiro menyampaikan rasa syukur karena kegiatan pelatihan dilaksanakan di Mataram karena disini memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal.

Wresniwiro mengatakan kehidupan masyarakat NTB dikenal dengan nilai Patut, Patuh dan Patju yang secara sederhana dapat diartikan sebagai tuntunan untuk bersikap.

“Dengan nilai tersebut, ada tuntunan untuk bersikap sebagai bentuk ketaatan terhadap nilai dan aturan yang baik, serta kesungguhan untuk menjadi manusia yang maju dan bekerja keras,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pewarisan JSN 45 tidak harus dipisahkan dari nilai-nilai luhur yang tumbuh di masyarakat. Justru menurutnya, kearifan lokal menjadi pintu masuk untuk menjelaskan bahwa nilai kebangsaan bukan sesuatu yang asing bagi masyarakat.

“Berusaha menjadi unsur masyarakat yang aktif dalam melaksanakan program pembangunan untuk ketahanan nasional merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa yang harus dipelihara,” tegasnya.

Dengan demikian, tugas sosialisator JSN 45 menurutnya bukan sekedar menceritakan kembali apa yang terjadi pada masa lalu saja.

“Tugas kita adalah menghubungkan nilai perjuangan masa lalu dengan kebutuhan kehidupan masa kini dan masa depan. Sejarah memberikan keteladanan dan pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” tandasnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Wresniwiro membuka secara resmi acara tersebut sekaligus mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan. (AL-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aklamasi, Alwan Pimpin INTI NTB dan Lusia Pimpin PINTI NTB

26 Oktober 2026 - 12:04 WITA

Festival Budaya Aruna Meriahkan Perayaan 1 Dekade Aruna Senggigi Resort & Convention, Libatkan Lebih Dari 100 Orang Peserta

26 Oktober 2026 - 11:40 WITA

Tingkatkan Profesionalisme, Puluhan Wartawan se-Pulau Sumbawa Ikuti OKK PWI

25 Oktober 2026 - 23:13 WITA

Atasi Penyebaran Hoaks, Polres Lombok Timur Ingatkan Warga Bijak Bermedia Sosial

23 Oktober 2026 - 20:38 WITA

Perluas Jejaring Kemitraan, Bank NTB Syariah Jajaki Peluang Kerja Sama dengan PSMTI dan Marga Tun Hong

20 Oktober 2026 - 19:43 WITA

Trending di Berita