Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Ekonomi

Pedagang Tuak di Suranadi Mohon kepada Pemerintah Usahanya Tidak Ditutup “Jangan Tutup Warung Kami”

badge-check


					Pedagang Tuak di Suranadi Mohon kepada Pemerintah Usahanya Tidak Ditutup “Jangan Tutup Warung Kami” Perbesar

LOMBOK BARAT – Sejumlah pedagang minuman tradisional tuak di kawasan wisata Suranadi, Lombok Barat, menyampaikan permohonan kepada pemerintah daerah agar warung mereka tidak ditutup.

Isu mengenai kemungkinan penutupan warung-warung tuak ini telah beredar luas, membuat para pedagang khawatir akan kehilangan mata pencaharian mereka.

Mereka menegaskan bahwa usaha ini telah diwariskan sejak zaman nenek moyang dan menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga.

Gede, salah seorang pedagang, mengungkapkan bahwa tuak yang mereka jual bukan sekadar minuman, tetapi juga dikenal sebagai ramuan tradisional yang memiliki manfaat kesehatan, seperti membantu mengatasi gangguan tidur dan mengontrol kadar gula darah. “Kami hanya menjual, tidak memaksa orang untuk membeli. Peminat tuak juga sangat banyak, terutama wisatawan yang datang ke Suranadi,” ujarnya.

Para pedagang juga menekankan bahwa keberadaan warung tuak turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar. “Banyak yang menggantungkan hidup dari sini, mulai dari pedagang, pemasok bahan baku, hingga pekerja warung,” tambahnya.

Mereka berharap pemerintah daerah dan DPRD Lombok Barat dapat memahami situasi ini dan mencari solusi yang tidak merugikan pedagang kecil. “Kami mohon ada kebijakan yang lebih berpihak kepada kami. Jangan langsung menutup warung-warung ini karena akan berdampak besar bagi banyak orang,” harapnya.

Hingga saat ini, para pedagang masih menunggu tanggapan dari pihak terkait mengenai nasib usaha mereka di kawasan wisata Suranadi. (AL-03) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi III DPRD NTB Apresiasi Kinerja Bank NTB Syariah : “Kinerja Tumbuh, Fondasi Kuat”

7 April 2026 - 10:05 WIB

Balai Besar POM Mataram Terbitkan 440 Nomor Izin Edar untuk 86 UMKM

4 Maret 2026 - 16:08 WIB

Adira Hadirkan Program UMRAH Untuk Sahabat dan Haji Plus Adira Syariah

3 Maret 2026 - 23:36 WIB

Ramadan Tanpa Drama di Lombok, Indosat Pastikan Jaringan Tetap Stabil dan Aman

3 Maret 2026 - 17:38 WIB

Jalin Kerjasama dengan Disprindag, Produk Warga Binaan Lapas Lombok Barat Siap Mejeng di NTB Mall

11 November 2025 - 18:28 WIB

Trending di Ekonomi