Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Ekonomi

Balai Besar POM Mataram Sisir Lapak Penjual Takjil di Event Khasanah Ramadhan Islamic Center

badge-check


					Balai Besar POM Mataram Sisir Lapak Penjual Takjil di Event Khasanah Ramadhan Islamic Center Perbesar

MATARAM — Takjil menjadi salah satu fenomena yang senantiasa dinanti saat datangnya bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan kemuliaan. Berbagai pangan takjil pelepas dahaga dan lapar harus dipastikan keamanan dan mutunya, sehingga memberikan dampak yang baik bagi yang mengkonsumsi.

Senin, 10 Maret 2025 Tim BBPOM di Mataram yang dipimpin langsung oleh Yosef Dwi Irwan nampak menyisir satu persatu penjual takjil di event Khasah Ramadhan di kawasan Islamic Centre. Hadir dalam pengawasan Keamanan Pangan Terpadu kali ini Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Lalu Hamzi Fikri, Kepala Dinas Koperasi UKM Provisni NTB Ahmad Masyhuri serta Manager Bisnis dan Ritel PT Bank NTB Syariah Muhammad Nur Rahmat

Berbagai takjil dilakukan sampling dan uji cepat (rapid test), antara lain: tahu, bakso, cilok, mie basah, lontong, sate, saos, sambel plecing, dll dengan hasil seluruh sampel dinyatakan aman, bebas dari bahan berbahaya Formalin, Boraks, Rhodamin B dan Methanyl Yellow

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, Tim Terpadu melakukan edukasi kepada pedagang dan para pembeli takjil baik secara langsung dan melalui pembagian leaflet tentang Keamanan Pangan, Cek KLIK dan BPOM Mobile. Tak ketinggalan dilakukan display produk Obat dan Makanan ilegal sehingga masyarakat tidak lagi membeliak produk Obat dan Makanan yang dilarang karena tanpa izin edar dan mengandung bahan berbahaya yang beresiko pada kesehatan. Sebagai upaya komunikasi resiko kepada masyarakat dan pemangku kepentingan, kegiatan ini juga melibatkan media cetak dan elektronik. (AL-03) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

APJATI NTB Dorong Perlindungan dan Skema Biaya PMI di Taiwan

15 Mei 2026 - 14:27 WITA

Pemprov Pastikan Data Tunggal Ekonomi Sosial Nasional Tepat Manfaat

29 April 2026 - 15:59 WITA

Komisi III DPRD NTB Apresiasi Kinerja Bank NTB Syariah : “Kinerja Tumbuh, Fondasi Kuat”

7 April 2026 - 10:05 WITA

Balai Besar POM Mataram Terbitkan 440 Nomor Izin Edar untuk 86 UMKM

4 Maret 2026 - 16:08 WITA

Adira Hadirkan Program UMRAH Untuk Sahabat dan Haji Plus Adira Syariah

3 Maret 2026 - 23:36 WITA

Trending di Ekonomi