Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Kesehatan

Balai Besar POM Mataram Uji Keamanan Konsumsi Produk UMKM di Sirkuit Mandalika 

badge-check


					Balai Besar POM Mataram Uji Keamanan Konsumsi Produk UMKM di Sirkuit Mandalika  Perbesar

LOMBOK TENGAH — Perhelatan event MotoGP 2024 di Sirkuit Internasional Mandalika menjadi salah satu momentum untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat. Salah satu penggerak ekonomi kerakyatan dan menjadi unggulan dalam event tahunan ini adalah sektor kuliner yang turut serta mengisi stand – stand di area sirkuit.

Salah satu bentuk komitmen dukungan dalam event berkelas internasional ini, BBPOM di Mataram menurunkan Tim yang terpadu dengan Dinas Kesehatan Kab. Lombok Tengah melakukan pengawasan implementasi kepatuhan pedagang tentang Keamanan Pangan.

“Dalam mendukung kegiatan event MotoGP, utamanya terkait pengawalan Keamanan Pangan sejak bulan Agustus kami telah melaksanakan beberapa kegiatan seperti Bimtek Keamanan Pangan bagi pelaku usaha jasa boga (hotel, restoran, restoran dan catering), Bimtek Sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan Olahan (SMKPO) bagi sarana distribusi pangan (distributor, retail modern dan pasar tradisional). Selain itu, BBPOM di Mataram juga turut serta dalam melakukan kurasi terhadap 30 sarana UKM binaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB yang akan menjual aneka makanan dalam event tersebut.
Dalam 2 hari ini dari tanggal 27 s/d 28 September 2024 kami melakukan sampling dan uji cepat terhadap aneka makanan yang dijual untuk memastikan bebas dari bahan berbahaya, seperti Formalin, Boraks, Rhodamin B dan Methanyl Yellow”ujar Kepala BBPOM di Mataram Yosef Dwi Irwan

Teriknya sinar mentari tak menyurutkan langkah petugas BBPOM di Mataram dalam upaya perlindungan terhadap masyarakat dari kejadian luar biasa akibat keracunan pangan. Petugas melakukan sampling dan uji cepat terhadap pangan siap saji yang berpotensi ditambahkan bahan berbahaya. Berbagai sampel makanan siap saji seperti : Bakso, cilok, aneka kudapan gorengan, minuman es, mie, dimsum, siomay, keripik dan kerupuk. Dari 60 sampel pangan yang dilakukan uji cepat seluruhnya bebas dari Formalin, Boraks, Rhodamin B dan Methanyl Yellow

Petugas juga melakukan edukasi kepada para pedagang tentang pentingnya penerapan prinsip Keamanan Pangan dalam proses pengolahan dan penyajian pangan, agar pangan bebas dari cemaran fisik, kimia dan mikrobiologi sehingga aman untuk dikonsumsi. Terlebih cuaca panas merupakan salah satu pemicu tumbuhnya mikroba patogen pada pangan yang beresiko pada kesehatan jika penanganan pangan tidak dilakukan dengan baik.

“Event MotoGP merupakan kesempatan emas bagi pelaku usaha jasa boga dan UMKM pangan di NTB untuk mempromosikan kuliner dan makanan khas NTB, baik dalam bentuk siap saji maupun pangan olahan terkemas. Kami tidak ingin perhelatan Internasional ini ada tercederai kasus keracunan akibat konsumsi pangan yang tidak aman, maka rangkaian kegiatan bimtek dan pengawasan Keamanan Pangan menjadi sangat penting dilakukan”, kata Yosef. (AL-03) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Balai Besar POM dan Pemkot Mataram Perketat Pengawasan Pangan Siap Saji Kekinian

8 April 2026 - 18:31 WIB

Balai Besar POM Mataram Temukan Pangan Mengandung Boraks Beredar di Pasar Tradisional

6 Maret 2026 - 13:08 WIB

Balai Besar POM Mataram Ungkap Dugaan Produksi dan Distribusi Kosmetik Ilegal di Lombok Timur

28 Februari 2026 - 21:01 WIB

Balai Besar POM Mataram Intensif Pengawasan Pangan Jelang Nataru 2026, Ditemukan 8 Item Produk Kadaluwarsa

18 Desember 2025 - 18:03 WIB

BGN Godok Rekomendasi 2026, Pokmas dan UMKM Didorong Jadi Kekuatan Program Gizi

18 Desember 2025 - 16:55 WIB

Trending di Kesehatan