Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Headline

BGN Evaluasi Peran Orang Tua, Gizi Anak Jadi Fondasi Indonesia Emas

badge-check


					Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerjasama BGN, Kombes Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan memberikan arahan Evaluasi Terhadap Peran Orang Tua Dalam Pemenuhan Gizi Anak di Keluarga, Sabtu 20/12/2025. (Foto : Dok/Istimewa) Perbesar

Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerjasama BGN, Kombes Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan memberikan arahan Evaluasi Terhadap Peran Orang Tua Dalam Pemenuhan Gizi Anak di Keluarga, Sabtu 20/12/2025. (Foto : Dok/Istimewa)

MATARAM – Peran orang tua dalam memastikan gizi anak kembali disorot Badan Gizi Nasional (BGN) RI. Lewat Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi, BGN menggelar kegiatan Evaluasi Terhadap Peran Orang Tua Dalam Pemenuhan Gizi Anak di Keluarga, Sabtu (20/12/2025), di Auditorium H. Anwar Ikraman Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Nusa Tenggara Barat (NTB), yang diikuti lebih dari 200 peserta dari berbagai profesi.

Kegiatan ini menghadirkan Sekretaris Deputi (Sesdep) Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN RI, Kombes Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan, S.I.K., M.M., serta Pakar Gizi dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PAGI) Provinsi NTB, Denny Apriyanto, S.Gz., M.Gizi. Forum berlangsung hangat dengan peserta guru, orang tua murid, hingga pemerhati pendidikan dan kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, Sesdep Promosi dan Kerja sama BGN sapaan Miq Lalu Iwan, menekankan edukasi gizi tidak harus selalu hadir dalam bentuk pelajaran khusus di kelas. Pesan gizi dapat mengalir lewat cerita, diskusi ringan, hingga kebiasaan sehari-hari di sekolah.

“Pendidikan gizi justru berjalan saat guru mendampingi siswa makan, mengingatkan agar makanan dihabiskan, atau memberi contoh pola hidup sehat. Di situ nilai gizi tertanam kuat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan kabar baik terkait penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jika sebelumnya sasaran program terbatas pada siswa, ibu hamil, dan ibu menyusui, ke depan seluruh guru hingga tenaga pendukung sekolah seperti penjaga sekolah turut masuk perhatian.

“Targetnya satu sekolah, jika jumlah siswa dan guru sekitar 400 orang, semuanya mendapat makan. Ini butuh payung hukum dan anggaran, prosesnya sedang berjalan. Insya Allah, awal tahun ke depan mulai terealisasi,” jelasnya disambut antusias peserta.

Menurutnya, kebijakan tersebut memperkuat keteladanan. Guru cukup sarapan dari rumah, sementara makan siang bergizi tersedia di sekolah. Pola ini dinilai efektif membangun budaya makan sehat bersama-sama.

Menutup sambutannya, Miq Lalu Iwan mengajak semua pihak memperkuat sinergi, baik sekolah, orang tua, dan pemerintah. Menurutnya, pesan yang konsisten dan keteladanan nyata, diyakini mampu membentuk kebiasaan makan sehat hingga anak tumbuh dewasa.

“Apa yang kita lakukan hari ini, menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Target Indonesia Emas 2045, hanya bisa tercapai jika generasi kita sehat dan kuat,” tandasnya.

Sementara itu, Pakar Gizi PAGI NTB Denny Apriyanto, memaparkan kondisi nyata masalah gizi di Indonesia. Ia mengulas fenomena triple burden of nutrition yang masih menghantui, mulai dari kekurangan gizi, defisiensi mikronutrien seperti anemia, hingga kelebihan gizi dan obesitas pada anak dan remaja.

“Masalah gizi tidak berdiri sendiri. Di satu sisi masih ada stunting dan anemia, di sisi lain angka overweight dan obesitas terus naik. Program MBG hadir sebagai salah satu strategi penting, tapi peran keluarga tetap kunci,” kata Denny sambil merujuk data dan materi visual yang ditampilkan.

Ia menegaskan, orang tua punya peran besar dalam menentukan kualitas gizi anak, melalui kebiasaan makan di rumah.

“MBG di sekolah akan optimal jika sejalan dengan pola asuh dan contoh makan sehat di keluarga,” sebut Denny. (AL-03) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemprov NTB dan Kementerian ATR/BPN Bahas Sinkronisasi Tata Ruang, Pengamanan Aset Daerah, dan Pengendalian Lahan

11 April 2026 - 11:46 WIB

Kesaksian Nursalim di Kasus Dana Siluman, Iwan Slenk: Fakta Persidangan Luruskan Isu Keterlibatan Gubernur

11 April 2026 - 05:51 WIB

Gubernur NTB Lantik 34 Pejabat Eselon, Tegaskan Target Kinerja Harus Tercapai

10 April 2026 - 17:09 WIB

Kesaksian Kunci Kepala BKAD NTB: Efisiensi 2025 Murni Diarahkan Pemprov dan DPRD sebagai Ikhtiar Pengentasan Kemiskinan, Bukan Bagi-Bagi Uang

10 April 2026 - 06:52 WIB

Pemprov NTB Maksimalkan Penyaluran Bantuan Pendidikan Pusat untuk Pemerataan dan Peningkatan Mutu SMA

9 April 2026 - 15:53 WIB

Trending di Headline