Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Daerah

Bocah 6 Tahun Ini Rela Tidak Masuk Sekolah Demi Menjaga Kedua Adiknya

badge-check


					Indriyani bersama ibu dan adik-adiknya saat dikunjungi pihak Dinas Sosial Lombok Timur. (Suardi/ayolombok.co.id) Perbesar

Indriyani bersama ibu dan adik-adiknya saat dikunjungi pihak Dinas Sosial Lombok Timur. (Suardi/ayolombok.co.id)

LOMBOK TIMUR– Indriyani bocah berusia 6 tahun harus mengorbankan waktu sekolah dan bermainnya.

Murid TK di Lumbung Tahfiz Gegurun Desa Pohgading Timur, Kabupaten Lombok Timur ini terpaksa tidak masuk sekolah karena harus menjaga kedua adiknya yang masih balita. Anak pertama dari pasangan Rusman (41 tahun) dan Marni (23 tahun) harus rela tidak sekolah karena sang ibu bekerja mencari sisa dedaunan kelapa di kebun, lalu dibuat sapu lidi untuk dijual agar dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Dia sudah sebulan lebih tidak sekolah di TK, Indriyani adalah anak yang paling menonjol dari segi semangat belajar ” kata salah sorang gurunya, Lina Langgawati Rabu (25/1/2023)

Lina berceritasetiap hari Indriyani harus menjaga kedua adiknya
yang ditinggal oleh ibunya, karena bapak Indriyani, Rusman bekerja sebagai nelayan di salah satu kapal pencari cumi yang jarang pulang. Sehingga terpaksa Indriyani yang merawat adik-adiknya yang masih kecil. “Memang berat yang dihadapinya, disamping ibunya juga berjuang dan bapaknya mencari nafkah, tapi pendidikannya juga penting. Semoga dia tidak putus sekolah,” kata Lina.

Melihat kisah Indriyani ini, Kepala Dinas Sosial Lombok Timur H Soeroto M.Kes dan pihak Dinas Kesehatan, Dinas Perkim Lombok Timur meninjau kondisi langsung tempat tinggal dan kesehatan Indriyani. Melalui operator Desa(opdes), Indriyani diusulkan masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), agar mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar(KIP) untuk menjamin kesehatan dan pendidikannya. Selain itu, kedua orangtuanya juga diusulkan untuk dapat Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), agar bisa mendapatkan bantuan sosial dari Pemerintah Daerah (Pemkab) Lotim.

Dari kasus ini, Soeroto berharap Indriyani dapat rajin masuk sekolah dan adik-adiknya juga mendapatkan perhatian dalam tumbuh kembangnya. “Berharap agar anak-anaknya, Indriyani dapat rajin bersekolah, adik-adiknya yang balita diperhatikan tumbuh kembangnya dengan rajin ke posyandu keluarga, pihak pemerintah kabupaten dan pemerintah desa akan memberi perhatian,” tutupnya. (AL-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bank NTB Syariah Tegaskan Kinerja Operasional Tetap Tumbuh

17 Maret 2026 - 18:54 WIB

Gubernur Iqbal Lantik Anggota Komisi Informasi Provinsi NTB Periode 2026 – 2030

27 Februari 2026 - 00:05 WIB

Perjuangkan Nasib Honorer, Aliansi Non Database Dompu Siap Gelar Aksi Damai

14 Januari 2026 - 23:33 WIB

Polda NTB dan Para Ojol Gelar Sholat Ghaib untuk Almarhum Kurniawan Arfan

30 Agustus 2025 - 14:54 WIB

FORNAS VIII, Lebih dari Sekadar Event: Kemenko PMK Tegaskan Pentingnya Keterlibatan Semua Pihak

25 Juni 2025 - 08:22 WIB

Trending di Daerah