MATARAM — Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB, H.Tarmidzi S.Kom, ME merespon adanya jumlah signifikan pemuda yang ada di NTB sekitar 1,4 juta orang.
“Sampai saat ini pemuda NTB jumlahnya hampir 1,4 juta, ini yang ada di tahun 2026, ini bisalah kita berkolaborasi,” kata Tarmidzi di, Hotel Lombok Garden, Selasa, 6/10/2026.

Tarmidzi menyampaikan, pemerintah telah memberikan wadah untuk bisa kolaborasi. Saat ini sedang dilaksanakan seleksi Pemuda Pelopor Desa.
Akan tetapi, lanjut Tarmidzi, bahwa tahun ini, kegiatan seleksi Pemuda Pelopor Desa dilaksanakan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora).
“Ya, sekarang tidak dipegang oleh Kemenpora, tapi Kemendes PDT. Jadi di NTB, Kota Mataram sama Kota Bima tidak masuk dalam seleksi nantinya, itu sudah menjadi aturan pusat,” kata Tarmidzi.
Berkaitan dengan penguatan karakter pemuda, Ia menyampaikan bahwa Dikpora bidang Kepemudaan saat ini bekerja sama dengan BNN dan Densus 88 juga melibatkan Genre dan Putri-putri seperti Putri Remaja Indonesia NTB, Putri Kebaya dan Puteri Hijab Influencer.
Kegiatan sosialisasi bersama ini terutama membahas Anti narkoba, anti Pernikahan Dini dan anti terorisme/anarkis.
“Kami sudah koordinasi dengan BNN Provinsi bahwa untuk wilayah Lombok itu garisnya sudah zonanya sudah kuning, sedangkan Pulau Sumbawa merah. Ini berat untuk kita. Sedangkan untuk Densus 88 itu untuk sosialisasi antiteroris, antianarkis gitu,” ujar Kabid Pemuda yang akrab disapa Pak Ajik.
Untuk kegiatan sosialisasi juga, Pak Ajik menambahkan bahwa sekarang sudah 9 sekolah yang ada di pulau Lombok yaitu Kota Mataram dan Lombok Barat.
“Sudah 9 sekolah sudah kami datangi dan tanggapannya positif. Segera kami akan ke Lombok Tengah, segera kami akan ke KLU, Lombok Timur, kalau bisa kami menyeberang ke pulau Sumbawa untuk kami sampaikan sosialisasi ini bersama Densus 88,” jelasnya. (AL-04)













