MATARAM — Pemerintah Provinsi NTB, melalui Asisten II Sekretariat Daerah (Setda), H. Lalu Moh. Faozal, S.Sos., M.Si. menyebut ada tiga isu utama berkaitan dengan rekonstruksi pembangunan Desa Adat Sade, Desa Rembitan Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.
Lalu Faozal, menegaskan bahwa fokus utama antara lain mengembalikan aktivitas ekonomi masyarakat yang dalam waktu dekat akan segera membangun museum dan tempat berusaha masyarakat.

“Yang pasti dalam waktu dekat kita akan segera membangun meuseum dan tempat usaha guna bisa menghidupi dulu masyarakat yanga da di Sade,” tegas Faozal kepada wartawan, Selasa, 8/09/2026.
Adapun dua masalah lain, Faozal menyebut bahwa yang juga sangat mendesak kami akan segera menyelesaikan master plan secara utuh, baik itu vasumnya maupun fasilitas yang lainya.
“Dalam waktu dekat, akan kita bangun masjid Sade, masjid yang besar itu, museum dan berugak sekenem, toilet segera dimulai,” ujar Faozal.
Berkaitan dengan relokasi warga, pada saat ini Faozal menyebut ada 40 rumah yang juga harus dipastikan kelayakan dan nanti juga akan ada penambahan unit rumah yang sedang direncanakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kan sudah ada tempat tuh untuk relokasinya, di depan SMK samping Kantor Desa ada 40 unit rumah disana,” lanjut Faozal.
Berkaitan dengan biaya dan proses pembangunan, Faozal mengungkap sudah ada yang siap mendonasikan untuk pembangunan di Desa Sade. Ia menyebut pemerintah sudah menyiapkan satu kantong donasi di bank NTB Syariah untuk memberikan donasi.
“Untuk pembangunan masjid, dari awal sampai akhir itu dari MIM Foundation, kemudian museum dan fasilitas ekonominya akan diselesaikan oleh Otsuka, kemudian Sekenem akan diselesaikan oleh bluebird dan yang terkahir toilet oleh Darma Lautan Utama (DLU),” tambahnya.
“Nanti pra-rekonstruksi dan desain akan melibatkan Universitas Mataram (UNRAM) seperti jurusan elektro dan beberapa jurusan lain di Fakultas Teknik Unram,” tutup Faozal. (AL-03)













