Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Headline

Gubernur NTB Kucurkan Dana Pemberdayaan dan Apresiasi Relawan Posyandu

badge-check


					Gubernur NTB Kucurkan Dana Pemberdayaan dan Apresiasi Relawan Posyandu Perbesar

LOMBOK TIMUR — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan kekuatan utama pembangunan Indonesia terletak pada kerelawanan masyarakat, khususnya melalui peran kader Posyandu yang tersebar hingga pelosok dusun. Hal itu disampaikan Gubernur Iqbal saat menghadiri kegiatan masyarakat di Desa Danger, Lombok Timur. Dirinya menceritakan pengalamannya saat menerima kunjungan Menteri Pembangunan Internasional Kanada, yang secara khusus terkesan dengan sistem Posyandu di Indonesia (18/1/2026).

“Selama 15 menit saya hanya bercerita tentang hebatnya Posyandu. Beliau kaget ketika saya sampaikan bahwa di satu provinsi saja ada sekitar 41 ribu kader Posyandu, yang artinya hampir setiap dusun punya kader”, tuturnya.

Menurutnya, para kader Posyandu bekerja dengan dedikasi tinggi, ikhlas, militan. Pagi, siang, malam mengurus kesehatan anak-anak dan ibu-ibu di tengah keterbatasan anggaran dan fasilitas. Dirinya menyebut kekuatan ini sebagai the power of voluntarism, kekuatan relawan yang menjadi ciri khas Indonesia.

“Anggaran boleh terbatas, fasilitas boleh kurang, tetapi semangat kader Posyandu tidak pernah surut”, ujarnya.

Dirinya mengapresiasi selesainya kantor desa yang difungsikan sebagai perpustakaan, yang dinilai sebagai langkah penting dalam membangun literasi masyarakat. Sebagai bentuk dukungan, Gubernur Iqbal berkomitmen menyumbangkan 100 buku untuk anak-anak dan melengkapi perpustakaan dengan fasilitas pendukung seperti tempat baca dan papan tulis.

“Kalau kita ingin mengubah masa depan, salah satu jalannya adalah melalui literasi. Membaca adalah jendela dunia”, tegasnya.

Dalam hal pemberdayaan ekonomi, Gubernur Iqbal menekankan pembangunan infrastruktur tidak akan bermakna jika masyarakat masih berada di bawah garis kemiskinan. Oleh karena itu, dirinya menyiapkan dana Rp100 juta di BPR NTB sebagai pinjaman tanpa bunga dan tanpa biaya administrasi bagi masyarakat, yang difokuskan untuk UMKM dan ketahanan pangan, termasuk usaha peternakan ayam.

Seluruh biaya bunga, administrasi, dan asuransi akan disubsidi, sehingga masyarakat dapat mengakses permodalan secara mudah dan adil. Program ini juga diharapkan mampu mendukung kebutuhan pangan nasional, termasuk menyuplai program strategis Presiden Prabowo Subianto seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, Gubernur Iqbal menyerahkan bantuan pribadi berupa 100 buku, gazebo/berugak untuk ruang baca, serta Rp100 juta dan 100 sak semen untuk pembangunan gedung serbaguna, termasuk dukungan modal bergulir Rp30 juta bagi kader Posyandu untuk penguatan UMKM dan kemandirian ekonomi. Dimanfaatkan sepenuhnya untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat. Dana tersebut akan dipinjamkan secara bergantian kepada kader untuk membuka usaha, dengan pengelolaan kolektif melalui mekanisme arisan.

“Bertujuan agar kader Posyandu tidak hanya kuat secara sosial, tetapi juga mandiri secara ekonomi”, imbuhnya.

Pada akhir sambutan, Gubernur NTB yang mantan Duta Besar itu menegaskan arah kebijakan Pemerintah Provinsi NTB selama tiga tahun terakhir difokuskan pada tiga agenda besar, yakni penurunan kemiskinan, pengembangan pariwisata berkelas dunia, dan penguatan ketahanan pangan.

“Semua OPD saya minta satu barisan. Semua program harus sejalan dengan tiga fokus ini”, pungkasnya. (AL-03) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gubernur NTB Lantik 34 Pejabat Eselon, Tegaskan Target Kinerja Harus Tercapai

10 April 2026 - 17:09 WIB

Kesaksian Kunci Kepala BKAD NTB: Efisiensi 2025 Murni Diarahkan Pemprov dan DPRD sebagai Ikhtiar Pengentasan Kemiskinan, Bukan Bagi-Bagi Uang

10 April 2026 - 06:52 WIB

Pemprov NTB Maksimalkan Penyaluran Bantuan Pendidikan Pusat untuk Pemerataan dan Peningkatan Mutu SMA

9 April 2026 - 15:53 WIB

Delegasi NTB Sampaikan Pandangan LPJ di Munas LDII Jakarta, Usulkan Kader Terbaik Pimpin DPP

9 April 2026 - 05:54 WIB

Waspada! Produk Ilegal Marak Beredar di Media Sosial

8 April 2026 - 20:57 WIB

Trending di Headline