MATARAM — Korem 162/Wira Bhakti menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka kesiapan pengamanan dan evakuasi Event MotoGP Tahun 2026 di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah untuk memastikan kesiapan personel, materiel serta sarana dan prasarana dalam menghadapi seluruh kemungkinan yang dapat terjadi selama penyelenggaraan event internasional tersebut, Kamis (08/10/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan berupa Apel Gelar Pasukan Kesiapan Pengamanan dan Evakuasi Event MotoGP Tahun 2026, dengan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, pengelola kawasan dan unsur terkait lainnya. Apel ini bertujuan menyatukan persepsi, memperkuat koordinasi serta memastikan seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Apel tersebut dihadiri Pejabat Utama Korem 162/Wira Bhakti, para Dandim se-Pulau Lombok, Dan/Ka/Balak Aju Kodam IX/Udayana, Kasubdit Gasum Polda NTB, Kalak BPBD NTB, perwakilan ITDC, serta diikuti seluruh personel Satgas Evakuasi Bencana Alam dalam rangka persiapan MotoGP 2026.
Dalam arahannya, Kasrem 162/Wira Bhakti menekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi pelaksanaan MotoGP 2026, baik dari aspek pengamanan maupun penanganan keadaan darurat.
Apel dilaksanakan karena MotoGP merupakan event olahraga internasional yang melibatkan pembalap, official, tamu undangan, wisatawan dan masyarakat dalam jumlah besar sehingga memiliki dinamika serta potensi kerawanan yang perlu diantisipasi sejak dini.
Selain ancaman terhadap keamanan, seluruh unsur juga harus siap menghadapi berbagai kondisi kontinjensi seperti gempa bumi, tsunami, kebakaran, kecelakaan, kondisi medis darurat, kepanikan massa maupun keadaan lain yang dapat mengancam keselamatan.
Kegiatan dilaksanakan dalam rangka kesiapan pengamanan dan evakuasi Event MotoGP Tahun 2026 di wilayah Nusa Tenggara Barat, dengan kesiapan unsur yang mencakup wilayah penugasan dan lokasi yang berkaitan dengan pelaksanaan event.
Kegiatan dilaksanakan dalam rangka persiapan menghadapi penyelenggaraan MotoGP Tahun 2026 di wilayah NTB.
Kesiapan dilaksanakan melalui apel gelar pasukan, pengecekan personel, materiel serta sarana dan prasarana, pemahaman sektor tanggung jawab, kesiapan jalur komunikasi dan evakuasi, titik kumpul serta kendaraan dan peralatan pendukung.
Kasrem 162/Wira Bhakti juga menekankan pentingnya command and control, sehingga setiap kejadian dapat segera dilaporkan melalui jalur komando dan ditindaklanjuti secara cepat, tepat dan terkoordinasi.
“Dalam kondisi darurat, kecepatan dan ketepatan tindakan menjadi sangat menentukan. Karena itu, jalur evakuasi harus benar-benar terbuka, titik kumpul harus diketahui, kendaraan dan peralatan evakuasi harus siap digunakan,” tegas Kasrem.
Beliau juga meminta seluruh unsur mengedepankan sinergi dan menghindari ego sektoral.
“Kekuatan kita terletak pada koordinasi, komunikasi dan kemampuan bergerak sebagai satu kesatuan,” ujarnya.
Melalui kesiapan tersebut, Korem 162/Wira Bhakti bersama seluruh unsur terkait berkomitmen mendukung terselenggaranya MotoGP 2026 di NTB secara aman, tertib, lancar dan sukses, sekaligus memastikan kesiapsiagaan menghadapi setiap potensi keadaan darurat demi keselamatan masyarakat, wisatawan dan seluruh pihak yang terlibat. (AL-03)













