Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Ekonomi

Fahri Hamzah Ingin Sumbawa jadi Contoh Program 3 Juta Rumah

badge-check


					Wamen PKP Fahri Hamzah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumbawa pada Sabtu (16/11/2024).  (foto :istimewa) Perbesar

Wamen PKP Fahri Hamzah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumbawa pada Sabtu (16/11/2024). (foto :istimewa)

SUMBAWA–Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP), H. Fahri Hamzah, SE beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumbawa pada Sabtu (16/11/2024).

Kunjungan Fahri Hamzah didampingi sejumlah Direktur Jendral PKP , disambut hangat oleh berbagai elemen masyarakat Sumbawa. Acara penyambutan berlangsung di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa.

Turut hadir dalam acara tersebut, Pjs Bupati KSB, Zulmansyah, Pimpinan DPRD Sumbawa, Anggota Forkopimda, Sekda Sumbawa, Kepala Perangkat Daerah, Camat, Kepala Desa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pimpinan BUMN/BUMD, hingga Rektor Perguruan Tinggi. Momen ini menjadi kunjungan pertama Fahri Hamzah ke Sumbawa setelah resmi dilantik sebagai Wamen PKP, sekaligus menjadi ajang pulang kampung yang penuh makna.

Pjs Bupati Sumbawa, Dr Najamuddin Amy, S.Sos, MM, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Wamen PKP yang juga putra daerah Sumbawa kelahiran Kecamatan Utan ini. Ia berharap Kabupaten Sumbawa dapat menjadi pilot project untuk program pembangunan 3 juta rumah yang diinisiasi oleh pemerintah pusat. “Kehadiran Bang Fahri di Kabupaten Sumbawa ini adalah kesyukuran yang luar biasa bagi kami. Kesamaan langkah dan visi ini menjadi momentum penting bagi kita untuk menyampaikan asa dan harapan bahwa Sumbawa dapat berkontribusi besar dalam program nasional ini,” ujar Dr Najam.

Kondisi perumahan di Kabupaten Sumbawa, saat ini, kata Najam, dari total 117.594 unit rumah yang ada, terdapat 34.052 unit rumah yang masih tidak layak huni. Sementara backlog perumahan mencapai 48.849 unit. Hal ini menunjukkan kebutuhan yang mendesak akan penyelesaian masalah perumahan di Kabupaten Sumbawa. “Kami siap mendukung penuh program ini. Kabupaten Sumbawa memiliki potensi besar, termasuk pemanfaatan lahan-lahan milik pemerintah daerah untuk pembangunan rumah bagi masyarakat. Kami berharap Kementerian PKP dapat menjadikan Sumbawa sebagai pilot project untuk program 3 juta rumah ini,” ujar Dr Najam dengan penuh optimisme.

Fahri Hamzah juga menyampaikan harapannya agar Kabupaten Sumbawa menjadi contoh nasional dalam pelaksanaan program 3 juta rumah ini, mengingat sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah.

Kunjungan Fahri Hamzah ke Kabupaten Sumbawa tidak hanya menjadi ajang diskusi strategis, tetapi juga wujud nyata kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Dukungan penuh yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sumbawa diharapkan mampu memberikan dampak signifikan dalam mengatasi persoalan perumahan rakyat, khususnya di kawasan perdesaan.

Menurut Fahri rencananya nanti akan terbangun jutaan unit rumah. Menurutnya sesuai rencana kemungkinan desa itu 30 unit rumah. Anggaran yang dialokasikan melalui APBN 2025 sudah diusulkan. Tentunya ini tidak masif. Sebab ini terkait juga dengan kesiapan kementerian baru, direktoratnya juga baru. Kemudian bagaimana model koordinasi dengan Pemerintah Daerah. “Jadi 2025 kita sudah letakkan, semoga bisa masuk itu di 2026. Namun kami sudah membayangkan itu dan mudah-mudahan sudah bisa mendekati 2 juta. Kami mendapat data bahwa selama ini dengan sistem FLPP (Fasilitas Lulikuiditas Pembiayaan Perumahan) dan lain-lain itu sudah 1,2 juta. Jadi kami mungkin nambah 800.000 FLPP sehingga paling tidak angka 2 juta kita bisa capai tahun 2025,” harapnya.

Meski demikian, FH (Fahri Hamzah) berharap kepada Pemerintah Daerah harus terbuka, jujur memberikan data yang benar. Sehingga bantuan itu tidak salah, dan harus tepat sasaran. (AL-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi III DPRD NTB Apresiasi Kinerja Bank NTB Syariah : “Kinerja Tumbuh, Fondasi Kuat”

7 April 2026 - 10:05 WIB

Balai Besar POM Mataram Terbitkan 440 Nomor Izin Edar untuk 86 UMKM

4 Maret 2026 - 16:08 WIB

Adira Hadirkan Program UMRAH Untuk Sahabat dan Haji Plus Adira Syariah

3 Maret 2026 - 23:36 WIB

Ramadan Tanpa Drama di Lombok, Indosat Pastikan Jaringan Tetap Stabil dan Aman

3 Maret 2026 - 17:38 WIB

Jalin Kerjasama dengan Disprindag, Produk Warga Binaan Lapas Lombok Barat Siap Mejeng di NTB Mall

11 November 2025 - 18:28 WIB

Trending di Ekonomi