Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Headline

KUR PMI Bank NTB Syariah, Kado Hari Kemerdekaan Bagi Pahlawan Devisa

badge-check


					KUR PMI Bank NTB Syariah, Kado Hari Kemerdekaan Bagi Pahlawan Devisa Perbesar

MATARAM – Dalam suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Bank NTB Syariah memberikan kado spesial bagi para pahlawan devisa asal Nusa Tenggara Barat. Bank NTB Syariah secara resmi menjalin kerja sama dengan PT Wira Karitas dalam penjaminan penyaluran pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), Rabu (19/8/2026).

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Kantor Utama Bank NTB Syariah, Mataram, ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, H. Aidy Furqan, Kepala Bappeda Provinsi NTB, Hj. Baiq Nelly Yuniarti, serta Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB, Kadir. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas sinergi kuat antara pemerintah daerah, instansi pelindungan PMI, dan perbankan syariah daerah.

Direktur Utama PT Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menegaskan bahwa keberadaan PMI memiliki peran yang sangat penting, baik bagi perekonomian keluarga maupun negara. PMI merupakan wujud nyata pahlawan di masa sekarang yang bekerja banting tulang di negeri orang demi menafkahi keluarga sekaligus menyumbang devisa bagi negara.

Oleh karena itu, Bank NTB Syariah berkomitmen penuh (all out) mencari alternatif solusi untuk membantu para sahabat PMI menyiapkan segala kebutuhan dalam rangka keberangkatan bekerja ke luar negeri.

Di samping itu, Nazaruddin menyampaikan bahwa strategi pembiayaan bank daerah harus berakar kuat pada potensi ekonomi lokal, di mana NTB merupakan salah satu daerah pengirim PMI terbesar di Indonesia.

“Kalau kita bicara bank daerah, basisnya harus potensi ekonomi lokal. NTB ini bahkan mengalahkan provinsi besar di Jawa dalam hal jumlah pengiriman PMI ke luar negeri. Karena itu, kami istilahnya jemput bola,” ujar Nazaruddin, Rabu (19/8/2026).

Untuk tahap awal kerja sama ini, Bank NTB Syariah menyiapkan pembiayaan KUR PMI sebesar Rp9 juta per calon PMI dengan jangka waktu pengembalian (tenor) selama tujuh bulan. Ke depan, Bank NTB Syariah juga telah menyiapkan berbagai variasi skema pembiayaan lanjutan untuk mendukung penempatan kerja PMI ke kawasan yang lebih luas, termasuk ke Eropa.

“Untuk skema awal ini nilainya Rp9 juta dengan tenor tujuh bulan. Ke depan, banyak skema pembiayaan lain yang siap disalurkan. Termasuk untuk penempatan ke Eropa dengan skema delapan bulan, itu juga bisa kita biayai,” jelas Nazaruddin.

Melalui kemudahan KUR Syariah ini, Bank NTB Syariah berharap dapat meringankan beban biaya persiapan dan keberangkatan calon PMI, membebaskan masyarakat dari jeratan lembaga keuangan non-formal/rentenir, serta mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga pahlawan devisa di Tanah Air. (AL-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemprov Sumatera Selatan Studi Tiru Tata Kelola Izin Pertambangan Rakyat ke NTB

20 Agustus 2026 - 18:49 WITA

Industri Jasa Keuangan NTB Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

19 Agustus 2026 - 17:49 WITA

Belanja NTB Tembus Rp 6 Triliun di Perubahan APBD 2026, Wagub Dinda Fokus Entaskan Kemiskinan, Pangan & Pariwisata

18 Agustus 2026 - 13:19 WITA

Gubernur NTB Perintahkan Dua Dinas Segera Tangani Dugaan Pencemaran Laut Sambik Elen

17 Agustus 2026 - 21:31 WITA

3.170 Narapidana – Anak Binaan di NTB Terima Remisi & Pengurangan Masa Pidana di HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026 - 15:41 WITA

Trending di Headline