Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Kesehatan

Pasien RSUD Praya Keluhkan Pelayanan dan Kekosongan Stok Darah

badge-check


					Pasien RSUD Praya Keluhkan Pelayanan dan Kekosongan Stok Darah Perbesar

LOMBOK TENGAH — RSUD Praya saat ini menghadapi sorotan tajam terkait pelayanan kesehatan, khususnya dalam pengelolaan stok darah di bank darah. Kekosongan stok darah yang parah di rumah sakit ini telah menimbulkan kritik dari pasien, keluarga, dan masyarakat umum.

Masalah ini di alami oleh Lalu Kedim Murem, S.Pd.I. Orang tuanya sedang di rawat di RSUD Praya menyampaikan, ” Bapak tadi malam HB nya sangat kurang, saya minta darah,  ini saya pakai umum juga sehingga pelayanannya bisa lebih baik, tapi kenyataan di bank darah banyak sekali alasannya, pemerintah kurang siap dalam pelayanan masyarakat,” ujarnya. Kedim (Sekdes Rembitan).

Kualitas Pelayanan yang Buruk: Banyak pasien dan keluarga pasien melaporkan bahwa pelayanan di RSUD Praya kurang baik. Keluhan mencakup kurangnya kecepatan dan efisiensi dalam penanganan kasus, serta pelayanan yang dianggap tidak ramah dan tidak responsif terhadap kebutuhan pasien.

Kekurangan Stok Darah: Kekosongan stok darah di bank darah RSUD Praya telah menambah beban dan kesulitan dalam memberikan perawatan yang diperlukan, terutama untuk pasien dalam kondisi kritis.

Keterlambatan Tindakan: Beberapa pihak mengkritik lambatnya tindakan yang diambil untuk mengatasi kekurangan dan masalah lainnya, yang menambah ketidakpuasan di kalangan pasien dan masyarakat.

Lebih lanjut Lalu Kedim merasa kecewa, “Pembangunan di Kabupaten Lombok Tengah tidak singkron dengan kebutuhan masyarakat, antara pembangunan dengan kesediaan obat di RSUD Praya.  Kabupaten Lombok Tengah sudah mendunia, punya sirkuit dan penerima WTP tiap tahun, tapi manfaatnya tidak dirasakan masyarakat Lombok Tengah. Kami sangat berharap Bupati, wakil Bupati dan dinas kesehatan itu, silahkan legowo untuk segera mundur,” ujarnya..

“Silahkan mundur kalau tidak mampu memberikan perlindungan pada masyarakat kecil, kalau masyarakat yang mampu masih bisa membeli dan mencari darah kalau tidak mampu maka nyawa masyarakat akan jadi korban, pemerintah jangan sibuk untuk kepentingan pribadi tapi sibuklah untuk kepentingan masyarakat kami butuh pelayanan yang prima kami butuh pelayanan baik tanpa ada alasan yang paling menyakitkan pegawai bank darah menyatakan tidak ada anggaran utk membeli peralatan” pungkasnya Lalu Kedim. (AL-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Balai Besar POM dan Pemkot Mataram Perketat Pengawasan Pangan Siap Saji Kekinian

8 April 2026 - 18:31 WIB

Balai Besar POM Mataram Temukan Pangan Mengandung Boraks Beredar di Pasar Tradisional

6 Maret 2026 - 13:08 WIB

Balai Besar POM Mataram Ungkap Dugaan Produksi dan Distribusi Kosmetik Ilegal di Lombok Timur

28 Februari 2026 - 21:01 WIB

Balai Besar POM Mataram Intensif Pengawasan Pangan Jelang Nataru 2026, Ditemukan 8 Item Produk Kadaluwarsa

18 Desember 2025 - 18:03 WIB

BGN Godok Rekomendasi 2026, Pokmas dan UMKM Didorong Jadi Kekuatan Program Gizi

18 Desember 2025 - 16:55 WIB

Trending di Kesehatan