Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Headline

Pemprov NTB Tasyakuran atas Pemberian Gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Bima XIV Muhammad Salahuddin

badge-check


					Sultan Bima XIV Muhammad Salahuddin (Foto : Panji) Perbesar

Sultan Bima XIV Muhammad Salahuddin (Foto : Panji)

MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar tasyakuran atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Bima XIV Muhammad Salahuddin.

Acara syukuran ini disambut sukacita oleh masyarakat sebagai bentuk rasa syukur dan apresiasi atas pengakuan negara terhadap jasa-jasa almarhum Sultan Muhammad Salahuddin memimpin Kesultanan Bima.

Sultan Muhammad Salahuddin secara resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Pahlawan, yakni pada 10 November 2025, di Istana Negara.

Dengan ditetapkannya sebagai pahlawan nasional, maka Sultan Muhammad Salahuddin menjadi tokoh kedua dari NTB yang menerima gelar kehormatan ini, setelah TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Dan tentunya ini menjadi kebanggaan seluruh masyarakat NTB.

Wakil Gubernur NTB, Hj Dinda Dhamayanti Putri atau kerap dipanggil Ummi Dinda mengungkapkan bahwa, Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal memberikan penghormatan kepada sang pahlawan dengan mengundang semua suku/etnis di Lombok, Sumbawa dan khususnya Bima untuk mengikuti acara syukuran tersebut.

“Kita menyampaikan rasa hormat dan pak gubernur, kita mensyukuri. Tidak semua provinsi memiliki lebih dari satu pahlawan nasional,” ujar Ummi Dinda saat menghadiri acara tasyakuran di Pendopo Gubernur pada malam Jum’at 16 November 2025.

Ummi Dinda mempertegas, pemberian gelar pahlawan nasional tidak mudah begitu saja, tentunya telah melalui proses pengkajian dan sebagainya oleh pemerintah pusat, baik dengan melihat data-data, video-video dan apa-apa yang sudah dilakukan oleh Sultan Muhammad Salahuddin.

Selanjutnya, untuk menggaungkan gelar pahlawan nasional ini supaya dimuat pada ateri pelajaran muatan lokal, supaya keberadaan kedua pahlawan NTB harus diketahui melalui pendidikan dasar, menengah, atas dan tinggi.

“Kita berharap ini akan menjadi inspirasi. Pada saat itu, dengan segala keterbatasan mereka mampu berbuat lebih dan di kenang, itulah harus tentunya terpatri di dalam sanubari masyarakat NTB,” kata Ummi Dinda. (AL-03) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemprov NTB dan Kementerian ATR/BPN Bahas Sinkronisasi Tata Ruang, Pengamanan Aset Daerah, dan Pengendalian Lahan

11 April 2026 - 11:46 WIB

Kesaksian Nursalim di Kasus Dana Siluman, Iwan Slenk: Fakta Persidangan Luruskan Isu Keterlibatan Gubernur

11 April 2026 - 05:51 WIB

Gubernur NTB Lantik 34 Pejabat Eselon, Tegaskan Target Kinerja Harus Tercapai

10 April 2026 - 17:09 WIB

Kesaksian Kunci Kepala BKAD NTB: Efisiensi 2025 Murni Diarahkan Pemprov dan DPRD sebagai Ikhtiar Pengentasan Kemiskinan, Bukan Bagi-Bagi Uang

10 April 2026 - 06:52 WIB

Pemprov NTB Maksimalkan Penyaluran Bantuan Pendidikan Pusat untuk Pemerataan dan Peningkatan Mutu SMA

9 April 2026 - 15:53 WIB

Trending di Headline