Menu ✖

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Headline

Perkuat Sinergi ABC, Kepala BPOM Tanam Pohon dan Dialog Langsung Bersama Santri Ponpes Nurul Haramain Narmada

badge-check


					Prof. Dr. Taruna Ikrar, M. Biomed., Ph.D., Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menanam bibit pohon di Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Narmada, Lombok Barat. (Foto : Dok/Ist) Perbesar

Prof. Dr. Taruna Ikrar, M. Biomed., Ph.D., Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menanam bibit pohon di Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Narmada, Lombok Barat. (Foto : Dok/Ist)

LOMBOK BARAT — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M. Biomed., Ph.D., menggelar dialog bersama santri sekaligus aksi penanaman pohon di Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Narmada, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Rabu (8/10/2026).

Kunjungan ke lembaga pendidikan keagamaan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja BPOM di NTB dalam rangka membangun kolaborasi antara Akademisi, Pelaku Usaha, dan Pemerintah atau yang dikenal dengan Sinergi ABC (Academia, Business, Government).

Sinergi tiga pilar tersebut diharapkan dapat mempercepat layanan publik sekaligus mendorong pengembangan potensi industri lokal, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang obat bahan alam, suplemen kesehatan, dan kosmetik.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Narmada, Hasanain Djuaini, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kawasan pesantren berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 10 hektare yang mencakup area asrama santriwati.

“Selain lahan utama tersebut, pesantren ini juga mengelola dua lokasi demonstration plot lainnya, masing-masing lahan seluas 50 hektare dan ada juga yang 20 hektare,” ungkapnya.

Menanggapi potensi lahan yang luas tersebut, Kepala BPOM menyambut positif dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas untuk pemanfaatan tanaman obat bahan alam secara berkelanjutan.

“Langkah kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan sekitar pesantren, tetapi juga mendukung kemandirian pasokan bahan baku obat bahan alam berbasis potensi lokal,” ujar Prof. Taruna.

Selain penanaman pohon, forum dialog interaktif ini juga dimanfaatkan BPOM untuk memberikan pemahaman kepada para santri dan pengelola pondok pesantren mengenai pentingnya pengawasan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan bermanfaat bagi masyarakat.

 

Melalui rangkaian agenda kunjungan kerja di Lombok ini, BPOM berharap dapat merangkul berbagai elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung kemandirian produk obat bahan alam dan kosmetik secara nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dikpora NTB Dorong Generasi Muda Berkarakter, Berprestasi dan Peduli Terhadap Sesama

9 Oktober 2026 - 21:17 WITA

BKD Mataram Buka-Bukaan Soal Pengawasan Pajak Berbasis Elektronik ke Pemkot Parepare

9 Oktober 2026 - 19:11 WITA

Dikunjungi Wali Kota Parepare, Mohan Tekankan Kerjasama dan Keberlanjutan Pembangunan

8 Oktober 2026 - 21:31 WITA

BRIDA Kota Mataram Umumkan Pemenang LKTI dan TTG, Pemkot Minta Hasil Riset Diterapkan

8 Oktober 2026 - 21:23 WITA

BPOM Gelar Kuliah Umum Kepemimpinan Berbasis Neurosains di UNRAM

8 Oktober 2026 - 21:15 WITA

Trending di Headline