Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Headline

RS Mutiara Sukma Berubah Status Menjadi Rumah Sakit Umum

badge-check


					RS Mutiara Sukma Berubah Status Menjadi Rumah Sakit Umum Perbesar

MATARAM — Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 Rumah Sakit Mutiara Sukma, Jumat (6/2). Momentum ini sekaligus menandai transformasi RS Mutiara Sukma yang resmi berubah status dari rumah sakit khusus menjadi rumah sakit umum.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gubernur didampingi jajaran direksi meresmikan Gedung Rehabilitasi baru serta meluncurkan motto pelayanan terbaru, “Melayani Seperti Ingin Dilayani.”

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan pesan Presiden terkait pentingnya pembenahan tata kelola rumah sakit. Ia menegaskan bahwa kualitas pelayanan kesehatan sangat ditentukan oleh kemampuan rumah sakit dalam menata manajemen dan organisasinya secara profesional.

“Kemarin para kepala daerah dikumpulkan oleh Bapak Presiden. Salah satu isinya adalah harapan agar kita memperbaiki tata kelola rumah sakit. Jika rumah sakit tidak mampu menata dirinya dengan baik, jangan harap bisa memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal,” ujar Gubernur.

Gubernur menilai, di usia ke-36 tahun, RS Mutiara Sukma menunjukkan kematangan organisasi dengan melakukan transformasi yang bersifat substantif. Ia menyebut RS Mutiara Sukma sebagai salah satu dari lima rumah sakit milik Pemerintah Provinsi NTB yang paling membanggakan karena berani melakukan perubahan mendasar, bukan sekadar perubahan simbolik.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran rumah sakit, mulai dari manajemen hingga petugas pendukung seperti petugas parkir dan office boy. Ia mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan harus dilandasi niat pengabdian yang tulus kepada masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan transformasi rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan gedung, tetapi terutama oleh sikap, etika, dan komitmen seluruh sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pasien. (AL-03) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kesaksian Kunci Kepala BKAD NTB: Efisiensi 2025 Murni Diarahkan Pemprov dan DPRD sebagai Ikhtiar Pengentasan Kemiskinan, Bukan Bagi-Bagi Uang

10 April 2026 - 06:52 WIB

Pemprov NTB Maksimalkan Penyaluran Bantuan Pendidikan Pusat untuk Pemerataan dan Peningkatan Mutu SMA

9 April 2026 - 15:53 WIB

Delegasi NTB Sampaikan Pandangan LPJ di Munas LDII Jakarta, Usulkan Kader Terbaik Pimpin DPP

9 April 2026 - 05:54 WIB

Waspada! Produk Ilegal Marak Beredar di Media Sosial

8 April 2026 - 20:57 WIB

BKAD NTB Kejar Target Triple Agenda di Tengah Pemangkasan Anggaran

8 April 2026 - 20:40 WIB

Trending di Headline