Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Headline

Tiga Warga Lombok Timur Meninggal Dunia di Malaysia, Jenazahnya Tiba Hari Ini di BIZAM

badge-check


					Penyambutan jenazah PMI asal Lombok Timur oleh keluarga dan instansi terkait di BIZAM, Rabu 7 Januari 2026. (Foto : Dok) Perbesar

Penyambutan jenazah PMI asal Lombok Timur oleh keluarga dan instansi terkait di BIZAM, Rabu 7 Januari 2026. (Foto : Dok)

MATARAM – Kabar duka kembali menyelimuti masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). Tiga orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lombok Timur meninggal dunia di Malaysia.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, ketiga PMI tersebut meninggal karena faktor kesehatan atau penyakit yang diderita.

Plt Kabid Penempatan Disnakertrans NTB, M. Anang Yusran menjelaskan kronologis PMI Almarhum Muhanip, asal Dusun Endut, Desa Sikur, Kabupaten Lombok Timur meninggal dunia pada saat berada di tempat kerja, ketika itu Almarhum sedang berkumpul dan berinteraksi dengan rekan-rekan sejawatnya, lalu secara tiba-tiba Almarhum mengalami penurunan kesadaran dan tidak sadarkan diri. Karena itu Almarhum langsung dibawa ke Rumah sakit Awal Bross Dumai untuk mendapatkan penanganan medis darurat (emergency). Hasil pemeriksaan dan tindakan medis dari dokter, Almarhum dinyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung pada hari Sabtu, tanggal 3 Januari 2026.

Kemudian, Almarhum Ahmad Supriadi, asal Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur juga dinyatakan meninggal pada 28 Desember 2025 di Hospital Tengku Adzan, Malaysia.

Berdasarkan keterangan medis, Almarhum meninggal dunia akibat communicating hydrocephalus, yaitu suatu kondisi medis berupa penumpukan cairan serebrospinal di dalam rongga otak yang masih saling berhubungan (komunikatif). Kondisi ini menyebabkan peningkatan tekanan di dalam kepala (tekanan intrakranial) yang dapat mengganggu fungsi otak secara serius dan berakibat fatal apabila tidak ditangani dengan baik.

PMI selanjutnya, Almarhum Marzuki, asal Desa Anjani, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur meninggal dengan diagnosa medis septic shock sekondari to intraabdominal sepsis, yaitu kegawatan medis yang terjadi akibat infeksi di dalam rongga perut (intraabdominal) yang menyebar ke seluruh tubuh. Infeksi tersebut menyebabkan respon peradangan sistemik, penurunan tekanan darah secara drastis, kegagalan fungsi organ, dan berujung pada kematian.

“Sebagai catatan, PMI atas nama Almarhum Marzuki tidak memiliki kelengkapan dokumen keimigrasian dan ketenagakerjaan, sehingga data pendukung seperti tanggal pasti kematian dan riwayat medis lainnya tidak dapat diperoleh secara lengkap dan akurat”, jelas Anang usai menyambut dan mengurus kepulangan ketiga jenazah PMI tersebut di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid, Rabu (7/1/2026).

Sementara Ketua DPD LBH HKTI NTB Mawardi yang juga sekaligus adik kandung dari Almarhum Ahmad Supriadi mengucapkan rasa terimakasih kepada Disnaker Provinsi NTB, Disnaker Lombok Timur, BP2MI, BP3MI, KJRI, Baznas NTB, Baznas Lombok Timur, YPTKIS, Titian Ummah Enterprise, SDN BHD, dan Kedutaan Malaysia.

“Kami mengucapkan banyak-banyak terimakasih atas bantuan sekaligus kerjasamanya telah memulangkan jenazah almarhum Abangda kami”, ucapnya. (AL-03) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kesaksian Nursalim di Kasus Dana Siluman, Iwan Slenk: Fakta Persidangan Luruskan Isu Keterlibatan Gubernur

11 April 2026 - 05:51 WIB

Gubernur NTB Lantik 34 Pejabat Eselon, Tegaskan Target Kinerja Harus Tercapai

10 April 2026 - 17:09 WIB

Kesaksian Kunci Kepala BKAD NTB: Efisiensi 2025 Murni Diarahkan Pemprov dan DPRD sebagai Ikhtiar Pengentasan Kemiskinan, Bukan Bagi-Bagi Uang

10 April 2026 - 06:52 WIB

Pemprov NTB Maksimalkan Penyaluran Bantuan Pendidikan Pusat untuk Pemerataan dan Peningkatan Mutu SMA

9 April 2026 - 15:53 WIB

Delegasi NTB Sampaikan Pandangan LPJ di Munas LDII Jakarta, Usulkan Kader Terbaik Pimpin DPP

9 April 2026 - 05:54 WIB

Trending di Headline