Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Headline

Gubernur NTB Pastikan Pasokan dan Harga Pangan Aman Menjelang Ramadhan

badge-check


					Gubernur NTB Pastikan Pasokan dan Harga Pangan Aman Menjelang Ramadhan Perbesar

MATARAM — Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memasifkan penyebaran informasi Harga Eceran Tertinggi (HET) kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan Gubernur saat meninjau langsung kondisi harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di Pasar Mandalika Bertais, Selasa (10/2).

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur didampingi Direktur Penganekaragaman Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Rina Syawal, serta sejumlah perwakilan instansi vertikal dan kepala perangkat daerah terkait.

“Hari ini kita sengaja turun untuk melihat kondisi harga-harga terutama bahan pokok yang paling banyak dibutuhkan. Memang kelihatannya ada kenaikan yang sangat tinggi di cabai rawit,” ujar Gubernur.

Ia menjelaskan, harga cabai rawit yang seharusnya berada pada kisaran maksimal sekitar Rp97 ribu per kilogram saat ini berada pada rentang Rp90 ribu hingga Rp95 ribu per kilogram.

Untuk menekan lonjakan harga tersebut, Pemprov NTB akan melakukan intervensi melalui Gerakan Pangan Murah yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat mendatang di seluruh pasar di NTB.

Gubernur menambahkan, kenaikan harga cabai dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain kondisi cuaca hujan yang menghambat panen, distribusi cabai ke luar daerah, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan.

“Lebih karena mekanisme pasar. Karena cuaca hujan banyak petani tidak bisa panen seperti harapan. Kedua, ada juga yang mensuplai ke Jawa. Ketiga, kebutuhan mulai meningkat menjelang puasa,” jelasnya.

Terkait isu penimbunan, Gubernur menegaskan hingga saat ini belum ditemukan indikasi kuat adanya praktik tersebut, mengingat cabai merupakan komoditas yang tidak dapat disimpan dalam jangka waktu lama.

“Sampai saat ini belum ada indikasi yang kuat terjadi penimbunan. Apalagi cabai tidak bisa ditimbun, beberapa hari saja sudah busuk,” tambahnya.

Selain cabai, Gubernur juga menyoroti harga minyak goreng yang mulai meningkat hingga di atas Rp20 ribu per liter. Namun demikian, ia menilai komoditas tersebut masih relatif dapat dikendalikan melalui jalur distribusi yang telah dibangun, termasuk melalui Perum BULOG dan skema minyak goreng subsidi.

Ke depan, Pemprov akan memperkuat pengendalian harga bahan pokok melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dalam rapat koordinasi yang akan digelar dalam waktu dekat. Salah satu strategi yang disiapkan adalah meminta petani, produsen, dan pengepul cabai untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan di dalam daerah. (AL-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kesaksian Kunci Kepala BKAD NTB: Efisiensi 2025 Murni Diarahkan Pemprov dan DPRD sebagai Ikhtiar Pengentasan Kemiskinan, Bukan Bagi-Bagi Uang

10 April 2026 - 06:52 WIB

Pemprov NTB Maksimalkan Penyaluran Bantuan Pendidikan Pusat untuk Pemerataan dan Peningkatan Mutu SMA

9 April 2026 - 15:53 WIB

Delegasi NTB Sampaikan Pandangan LPJ di Munas LDII Jakarta, Usulkan Kader Terbaik Pimpin DPP

9 April 2026 - 05:54 WIB

Waspada! Produk Ilegal Marak Beredar di Media Sosial

8 April 2026 - 20:57 WIB

BKAD NTB Kejar Target Triple Agenda di Tengah Pemangkasan Anggaran

8 April 2026 - 20:40 WIB

Trending di Headline