Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Ekonomi

APJATI NTB Dorong Perlindungan dan Skema Biaya PMI di Taiwan

badge-check


					Ketua DPD NTB H.Edy Sopyan bersama Bersama Bapak Ahnas dari Dirjen Penempatan Kementerian KP2MI RI usai melaksanakan Coffe Morning di Kantor KP2MI di Jakarta. (Foto: Istimewa) Perbesar

Ketua DPD NTB H.Edy Sopyan bersama Bersama Bapak Ahnas dari Dirjen Penempatan Kementerian KP2MI RI usai melaksanakan Coffe Morning di Kantor KP2MI di Jakarta. (Foto: Istimewa)

MATARAM – Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) terus menunjukkan komitmennya dalam membenahi sistem penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Terbaru, APJATI sukses menggelar agenda Business Matching di Taiwan pada 20-24 April 2026 yang diikuti oleh 21 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

Agenda strategis ini difasilitasi langsung oleh Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, serta mempertemukan para pelaku industri dengan 52 agensi di Taiwan.

Sebagai tindaklanjutnya, Ketua DPD APJATI NTB H.Edy Sopyan menegaskan, APJATI NTB memenuhi undangan ” Coffe Morning” Kementerian KP2MI untuk memaparkan poin-poin krusial, pada Rabu (13/5/2026).

Ketua DPD APJATI NTB yang hadir mewakili 21 P3MI di NTB menyampaikan, bahwa Taiwan kini menjadi negara tujuan utama PMI, bahkan melampaui Malaysia. “Taiwan adalah negara penempatan terbesar saat ini, namun tantangan perlindungannya pun sangat kompleks. Kami menyoroti masalah biaya perekrutan dan potongan gaji yang masih terlalu membebani para asisten rumah tangga (domestic workers),” tuturnya kepada media Jumat (15//2026).

Selain masalah finansial, APJATI juga mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian khusus bagi PMI yang sudah habis masa kontraknya namun tetap bertahan bekerja secara ilegal (overstay).
Kondisi ini menjadi sangat pelik saat terjadi musibah kematian. Biaya pemulangan jenazah dari Taiwan ke tanah air bisa mencapai Rp 200 juta hingga Rp 300 juta. Masalahnya, PMI non-prosedural ini seringkali tidak lagi ter-cover oleh asuransi.
” Di sinilah kami dari APJATI menekankan pentingnya peran aktif pemerintah dan optimalisasi BPJS Ketenagakerjaan untuk hadir sebagai solusi kemanusiaan,”sarannya.

Di satu sisi lanjut Edy, untuk memudahkan para calon PMI untuk berangkat, pihak APJATI berupaya untuk memutus rantai jeratan utang calon PMI. APJATI mendorong kesiapan perbankan nasional dalam memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Diharapkan, dengan akses modal yang mudah dan bunga rendah, calon pekerja tidak lagi terjebak oleh bunga tinggi dari rentenir atau skema potongan gaji yang memberatkan di negara penempatan,” terangnya.

Merespons hal tersebut, Kementerian KP2MI berencana segera mengundang seluruh asosiasi P3MI, perbankan, dan instansi terkait untuk menyamakan persepsi. Kementerian juga memberikan apresiasi tinggi kepada APJATI yang dinilai konsisten memperjuangkan nasib PMI di luar negeri ketimbang hanya mengedepankan aspek bisnis semata.

Menutup rangkaian agenda penempatan tahun ini, Edy menyebutkan APJATI dijadwalkan akan melanjutkan agenda Business Matching ke Turki pada Juli mendatang.” Selanjutnya APJATI akan melakukan Business Matching ke Turki,”terangnya.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau langsung kondisi PMI di sana sekaligus menjajaki peluang pasar kerja baru bagi tenaga kerja Indonesia di kawasan Eurasia tersebut. (AL-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemprov Pastikan Data Tunggal Ekonomi Sosial Nasional Tepat Manfaat

29 April 2026 - 15:59 WITA

Komisi III DPRD NTB Apresiasi Kinerja Bank NTB Syariah : “Kinerja Tumbuh, Fondasi Kuat”

7 April 2026 - 10:05 WITA

Balai Besar POM Mataram Terbitkan 440 Nomor Izin Edar untuk 86 UMKM

4 Maret 2026 - 16:08 WITA

Adira Hadirkan Program UMRAH Untuk Sahabat dan Haji Plus Adira Syariah

3 Maret 2026 - 23:36 WITA

Ramadan Tanpa Drama di Lombok, Indosat Pastikan Jaringan Tetap Stabil dan Aman

3 Maret 2026 - 17:38 WITA

Trending di Ekonomi