Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Ekonomi

Pemprov Pastikan Data Tunggal Ekonomi Sosial Nasional Tepat Manfaat

badge-check


					Pemprov Pastikan Data Tunggal Ekonomi Sosial Nasional Tepat Manfaat Perbesar

MATARAM — Data Tunggal Ekonomi Sosial Nasional (DTESN) sebagai basis data program prioritas Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dipastikan efisien digunakan untuk pengentasan kemiskinan ekstrim dan kebijakan berbasis data lainnya.

Pemerintah provinsi melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Dinas Kominfotik) dan Badan Pusat Statistik (BPS) NTB sebagai wali data berharap intervensi ini diperkuat dengan regulasi dan konsistensi data di lapangan bersama pemangku kebijakan lainnya.

“Untuk benar benar efisien dari sisi anggaran dan pelaksanaan, kami berharap ada penguatan regulasi gubernur agar anggaran seperti Pokir dan penggunaan DTESN sejak kabupaten/ kota diatur lebih baik”, ucap Kepala Dinas Kominfotik, Dr Ahsanul Khalik.

Hal itu dikatakannya saat rapat koordinasi bersama Bappeda, BPS dan Dinas Sosial di kantor Dinas Kominfotik di Mataram, Rabu (29/04).

Keselarasan data nasional dan daerah untuk program Desa Berdaya dikatakan Dr. Aka sangat penting agar penerima manfaat dapat segera keluar dari kemiskinan ekstrim dan dapat menerima beberapa bantuan serta terdata tunggal di masing masing stakeholder. Mulai dari desa itu sendiri dengan kepala desa sebagai penanggungjawab maupun pemangku kebijakan dengan program dan anggarannya masing.
Dinas Kominfotik sendiri akan melakukan validasi dan mengecek seluruh data sektoral sebelum pemanfaatan DTESN digunakan mengambil kebijakan intervensi.

Sementara itu, Kepala BPS, Wahyudin mengatakan, saat ini pemutakhiran DTESN sudah merilis versi dua dengan capaian pemadanan 17 persen dari data sektoral BPS NTB.

“Namun data tetap dinamis dan kami berharap dapat dimanfaatkan oleh siapa saja yang terlibat resmi dalam pengentasan kemiskinan ekstrim ini”, ujarnya.

Begitupula dengan kebijakan lain berbasis data terkait kondisi sosial ekonomi masyarakat, secara statistik diukur dalam berbagai variabel dan program sensus yang mengecek langsung ke lapangan.

Hal ini dapat pula mendukung performa para pendamping Desa Berdaya dalam menentukan sasaran sesuai indikator BPS maupun Dinas Sosial dengan DTESN yang tersedia. (AL-03) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi III DPRD NTB Apresiasi Kinerja Bank NTB Syariah : “Kinerja Tumbuh, Fondasi Kuat”

7 April 2026 - 10:05 WITA

Balai Besar POM Mataram Terbitkan 440 Nomor Izin Edar untuk 86 UMKM

4 Maret 2026 - 16:08 WITA

Adira Hadirkan Program UMRAH Untuk Sahabat dan Haji Plus Adira Syariah

3 Maret 2026 - 23:36 WITA

Ramadan Tanpa Drama di Lombok, Indosat Pastikan Jaringan Tetap Stabil dan Aman

3 Maret 2026 - 17:38 WITA

Jalin Kerjasama dengan Disprindag, Produk Warga Binaan Lapas Lombok Barat Siap Mejeng di NTB Mall

11 November 2025 - 18:28 WITA

Trending di Ekonomi