MATARAM – MAN 1 Mataram resmi membuka Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027, Senin (13/7).
Kegiatan yang diikuti lebih dari 386 peserta didik baru itu tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan madrasah, tetapi juga penegasan komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Pembukaan MATAMUDA berlangsung penuh semangat dengan melibatkan seluruh warga madrasah.
Para siswa baru diperkenalkan dengan budaya akademik, tata tertib, serta berbagai program unggulan yang menjadi identitas MAN 1 Mataram sebagai salah satu madrasah rujukan di Nusa Tenggara Barat.
Kepala MAN 1 Mataram, H. Lalu M. Syauki, MS, mengatakan MATAMUDA dirancang sebagai langkah awal membangun karakter peserta didik agar mampu berkembang secara akademik maupun nonakademik.
“Kami ingin setiap anak memiliki ruang untuk tumbuh dan berkembang. Madrasah ini adalah rumah kedua bagi mereka. Di sini siswa boleh berprestasi, boleh berkarya, tetapi yang paling utama adalah memiliki akhlak mulia sebagai bekal menjalani kehidupan,” tegasnya.
Sebagai bagian dari penguatan karakter, MAN 1 Mataram juga memperkenalkan 24 ekstrakurikuler dan organisasi siswa yang dapat menjadi wadah pengembangan minat dan bakat. Beragam pilihan disiapkan, mulai dari bidang keagamaan seperti Remaja Mushala, Tahfidz, dan Al-Fusha, bidang akademik seperti Olimpiade, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), serta LOGIKA, hingga bidang seni, jurnalistik, teater, olahraga, Pramuka, dan Paskibra.
Menurut Syauki, keberagaman kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen madrasah dalam memberikan ruang seluas-luasnya bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi sesuai bakat dan minat masing-masing.
“Kami ingin setiap siswa menemukan tempat terbaik untuk mengembangkan potensinya. Prestasi tidak hanya lahir di ruang kelas, tetapi juga melalui organisasi, seni, olahraga, maupun kegiatan keagamaan yang mampu membentuk karakter kepemimpinan, kedisiplinan, dan tanggung jawab,” ujarnya.
Puncak kegiatan MATAMUDA ditandai dengan pembacaan Piagam Deklarasi Anti Bullying dan Grooming yang dipimpin Ketua OSIM MAN 1 Mataram, Baiq Naura Aisyah Chaswin.
Deklarasi tersebut diikuti seluruh warga madrasah sebagai bentuk komitmen bersama menolak segala bentuk perundungan, kekerasan, pelecehan, maupun diskriminasi di lingkungan sekolah.
Melalui deklarasi tersebut, seluruh civitas akademika MAN 1 Mataram berikrar menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik.
Sementara Ketua OSIM MAN 1 Mataram, Baiq Naura Aisyah Chaswin, mengajak seluruh siswa baru untuk saling menghormati serta menjaga budaya positif yang telah dibangun madrasah.
“Kami ingin MAN 1 Mataram menjadi rumah yang aman bagi semua. Tidak ada ruang untuk bullying maupun bentuk kekerasan lainnya. Mari saling menghargai, saling mendukung, dan tumbuh bersama menjadi generasi yang berprestasi dan berakhlak,” ujarnya.
Dengan pelaksanaan MATAMUDA 2026, MAN 1 Mataram kembali menegaskan komitmennya sebagai madrasah yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga mengedepankan pendidikan karakter, pembinaan akhlak, serta terciptanya ekosistem pendidikan yang ramah anak.
Di bawah kepemimpinan H. Lalu M. Syauki, MS, MAN 1 Mataram terus memperkuat posisinya sebagai madrasah rujukan di NTB yang mencetak generasi Qur’ani, cerdas, berprestasi, dan berkarakter. (AL-03)













