Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Pendidikan

Pisah Kenang SMAN 1 Pringgasela, Tangis Pecah Saat Prosesi Pelepasan

badge-check


					Pisah Kenang SMAN 1 Pringgasela, Tangis Pecah Saat Prosesi Pelepasan Perbesar

SELONG – Suasana haru menyelimuti acara Pisah Kenang Kelas XII Angkatan XXIV SMAN 1 Pringgasela yang digelar Rabu (13/5). Tangis siswa, guru, hingga orang tua pecah saat prosesi pelepasan berlangsung khidmat di lingkungan sekolah.

Kegiatan yang mengusung tema “Birrulwalidain, Taat dan Bakti kepada Orang Tua Jalan Sukses dan Bahagia Sepanjang Masa” itu tidak hanya menjadi momentum perpisahan bagi siswa kelas XII, tetapi juga penguatan nilai moral dan akhlak sebelum melangkah ke jenjang kehidupan berikutnya.

Kepala SMAN 1 Pringgasela, Taufik Fansuri, menyampaikan rasa bangga atas capaian para siswa selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

Ia berharap para lulusan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja dengan bekal ilmu dan karakter yang telah dibangun selama di sekolah.

“Ini adalah hasil kerja keras bersama. Kami berharap anak-anak kami dapat menjadi pribadi yang sukses dan membawa nama baik sekolah di manapun berada,” ungkapnya.

Selain itu, Ia juga menekankan pentingnya menjaga restu dan ridho orang tua sebagai kunci kesuksesan hidup.

Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga adab dan bakti kepada orang tua.

“Kejar dan raihlah dengan sungguh-sungguh apa yang ingin kalian capai, tetapi jangan sampai kehilangan apa yang mesti kalian jaga, yakni restu dan ridho orang tua,” pesannya di hadapan siswa, wali murid, dan tamu undangan.

Suasana semakin emosional ketika Taufik mengingatkan para siswa agar pendidikan dan kecerdasan yang dimiliki tidak membuat mereka melupakan adab kepada ibu. Dengan nada penuh haru, ia menyampaikan bahwa pengorbanan seorang ibu tidak akan pernah mampu terbalaskan.

“Jangan sekali-kali pendidikan dan kecerdasan membuat kalian meninggikan suara kepada seorang ibu yang telah mengajari kalian berbicara,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam setiap peluh dan perjuangan seorang ibu terdapat kemuliaan yang dijanjikan Allah SWT bagi anak-anak yang berbakti kepada orang tua.

“Di telapak kaki ibu yang penuh debu dan peluh, Allah tempatkan surga buat kalian,” tuturnya.

Prosesi pelepasan siswa kelas XII berlangsung penuh haru. Banyak siswa tampak meneteskan air mata saat bersalaman dengan guru dan orang tua.

Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan mereka di bangku SMA sekaligus awal memasuki fase kehidupan baru.
Di akhir sambutannya, Taufik menyampaikan salam penuh kasih kepada seluruh siswa yang akan melanjutkan perjalanan hidup masing-masing.

“Salam rindu dan cinta dari seorang ayah,” ucapnya.

Ditempat yang sama Kepala Cabang Dinas (KCD) Dikpora Provinsi NTB Wilayah II, Supriadi, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi kepada pihak sekolah, dewan guru, dan orang tua yang telah berperan aktif mendidik dan membimbing siswa hingga menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, pelepasan siswa bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk menggapai cita-cita dan masa depan yang lebih baik.

“Pelepasan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang anak-anak kita dalam menggapai cita-cita. Kami berharap para lulusan dapat terus menjaga nama baik almamater dan mampu bersaing di jenjang berikutnya,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam membentuk generasi unggul dan berdaya saing. Peran orang tua, kata dia, tetap dibutuhkan dalam mengawal masa depan anak setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah.

“Peran orang tua sangat penting dalam mengawal masa depan anak. Kolaborasi yang baik antara sekolah dan keluarga akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter,” tandasnya. (AL-03) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Atap SMAN 7 Mataram Ambruk, 5 Siswa Terluka

19 Mei 2026 - 19:27 WITA

NTB Mulai Benahi Akar Masalah Pendidikan

18 Mei 2026 - 18:53 WITA

SMAN 9 Mataram Juara I LKBB MPR RI Tingkat NTB

18 Mei 2026 - 14:20 WITA

Mahasiswa STIS DAFA Mataram Dukung KPK Ungkap Dugaan Korupsi Program PIP Perguruan Tinggi

7 Mei 2026 - 21:37 WITA

Dorong Wajib Belajar 13 Tahun, Anggota DPR RI Lalu Hardian Irfani Resmikan Pembangunan SMP Islam Darul Musthofa

7 Mei 2026 - 09:45 WITA

Trending di Pendidikan