MATARAM – Teman Generasi Toleransi (Tegar) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat tali persaudaraan antarumat beragama. Hal ini dilakukan ditengah sosialisasi nilai-nilai toleransi lintas iman yang dipadukan dengan pengenalan potensi budaya lokal di Gereja Betlehem Mataram pada Selasa (22/9/2026).
Ketua Umum Tegar NTB, I Wayan Santiasa menegaskan bahwa keberagaman budaya dan seni kerajinan khas Lombok dapat menjadi jembatan inklusif untuk menyatukan masyarakat tanpa memandang perbedaan latar belakang agama. Selain menyampaikan pesan keharmonisan, Wayan secara khusus mengenalkan ragam produk kerajinan tangan khas Lombok.

“Kerajinan khas Lombok bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga media dialog yang sangat efektif. Melalui karya seni dan pemberdayaan ekonomi kreatif, kita bisa merajut kebersamaan secara nyata,” ujar Wayan.

Sebagai bentuk aksi nyata pemberdayaan masyarakat, Tegar NTB juga menyatakan kesiapannya untuk membuka program pelatihan pembuatan kerajinan khas Lombok secara gratis bagi siapa saja yang ingin belajar. Pelatihan ini terbuka untuk umum tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan.
Acara yang berlangsung dalam rangkaian Workshop Ekoteologi ini dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Gereja se Indonesia Timur, Tokoh Agama, Ketua Tegar Lombok Tengah, Anggota Tega, para tamu undangan perwakilan dari Surabaya, Bali, NTT, serta peserta workshop dari berbagai daerah. (AL-03)













