Menu ✖

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Headline

Diduga Jadi Korban TPPO di Myanmar, PMI asal Mataram Berhasil Diamankan KBRI

badge-check


					Isnanto Karyawan, Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Disnaketrans NTB. (Foto: Yar) Perbesar

Isnanto Karyawan, Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Disnaketrans NTB. (Foto: Yar)

MATARAM — Menindaklanjuti perkembangan adanya informasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Karang Kelok Kota Mataram yang mengalami masalah di Myanmar, Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja (Disnaketrans NTB), Isnanto Karyawan mengatakan bahwa kejadian tersebut berpotensi sebagai dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Hal ini disampaikan Isnanto setelah sebelumnya mendapat informasi dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI NTB). Ia menjelaskan bahwa pada tanggal 23/9 saudara Muhamad Yanuar Fikri saat itu sedang berada di negara Myanmar.

“Sedangkan Myamnar kan tidak baik-baik saja masalahnya, sedang berkonflik dengan Thailand, nah itu yang kami telusuri sebelumnya, tapi setelah itu kita langsung kontak dengan KBRI Yangon Myanmar” kata Isnanto.

Setelah mendapat respon baik dari KBRI Yangon, Isnanto melanjutkan bahwa pada tanggal 25 September Yanuar diamankan di kantor polisi Myanmar dan kondisinya sekarang aman.

“Sekarang Yanuar berada di Police Station Myanmar, jadi disana bukan di penjara, Dia dikasih makan, minum di tempat yang enak tidurnya,” lanjut Isnanto.

Isnanto juga menyampaikan bahwa sebelumnya juga ada pertemuan dengan Komisi IX DPR RI yang membahas masalah PMI yang nonprosedural. Adapun langkah selanjutnya, yaitu tetap dilakukan koordinasi dan tahapan yang bisa dilakukan untuk memperoleh kepastian dari KBRI.

“Kita tetap koordinasi dengan KBRI tentang langkah selanjutnya, ya penjemputan atau pemindahan serta persiapan kepulangan Muhamad Yanuar Fikri ke Indonesia,” ujar Isnanto.

Ia berharap agar PMI yang memiliki niat untuk bekerja di luar negri agar tidak mengunakan jalur yang tidak sesuai dengan aturan yang resmi. Isnanto mengungkap bahwa Gubernur NTB juga sedang membuat terobosan khusus tentang PMI.

“Nanti akan dibuat grub PMI, jadi ada kerja sama antara Bank NTB dengan My Bank yang ada di Malaysia, nah itu salah satu hal untuk mencegah yang nonprosedural,” ungkap Isnanto. (AL-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

NTB–Rumania Perluas Kerja Sama, dari EBT hingga Sister Province

28 September 2026 - 18:36 WITA

Terjebak di Perbatasan Myanmar, Kondisi Yanuar Sehat, Namun Kehabisan Bekal

28 September 2026 - 18:30 WITA

ITDC dan Polda NTB Uji Kesiapan Pengamanan melalui Simulasi Terpadu

28 September 2026 - 18:20 WITA

Usung Konsep Uma Lengge Bima, Paviliun NTB Pukau Pengunjung KRIYANUSA di Jakarta

28 September 2026 - 16:21 WITA

Lulus PKN Tingkat II, Kadis Kominfo Mataram Siapkan Inovasi Pengelolaan Data Terpadu

26 September 2026 - 15:11 WITA

Trending di Headline