LOMBOK UTARA — Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora NTB) menyelenggarakan rangkaian sosialisasi penguatan mental dan karakter pemuda sekaligus pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstrimisme serta ajakan bijak menggunakan media sosial.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Satgaswil NTB Densus 88 Anti Teror Polri. Acara berlangsung secara khidmat di SMAN 1 Pemenang dan SMAN 1 Tanjung, Sabtu, 24/10/2026.

Turut hadir Nitya Puteri Remaja Advokasi NTB 2026 dan Bunga Puteri Remaja Indonesia Persahabatan NTB 2026, Bintang The Winner Putri Pariwisata KLU dan Ihsan Tanjung Pemuda yang lolos Program Aiyep Pertukaran Pemuda Antar Negara tujuan Australia yang akan berangkat tanggal 3 November mendatang.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dinas Dikpora NTB, Bapak H. Tarmidzi, S.Kom., ME menyampaikan pentingnya penguatan mental pemuda. Ia mengajak para siswa untuk gemar berbagi ilmu maupun hal‑hal bermanfaat lainnya, tetap fokus mengejar prestasi, dan terus memperkuat karakter diri.
”Sosialisasi ini adalah upaya pencegahan dari tindakan teroris anarkis dan perundungan guna mengasah minat belajar dan berorganisasi,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Ajik ini menegaskan, sekolah harus bertransformasi menjadi zona nyaman dan tempat paling aman dalam membentuk karakter anak. Langkah pencegahan radikalisme menjadi kunci penting agar siswa bisa meraih prestasi maksimal demi mendukung misi NTB Makmur Mendunia.
Ia juga mendorong agar seluruh siswa SMAN 1 Pemenang dan SMAN 1 Tanjung berani keluar dari zona nyaman selama menuntut ilmu. “Pembentukan mental yang kuat tidak hanya bertumpu pada pencapaian akademik di dalam kelas, tetapi juga lewat keterlibatan aktif dalam kegiatan organisasi,” tegasnya.
Selain itu, perwakilan Densus 88 Anti Teror NTB, Briptu Panji Ramadhan Abdilah, menyatakan bahwa sekolah dan lingkungan keluarga memiliki peran sentral dalam membentengi generasi muda. Upaya mencegah radikalisme tidak dapat dilakukan secara terpisah‑pisah, melainkan harus dimulai dari ruang kelas dan lingkungan rumah.
Pemaparan pesan edukatif kemudian diperkuat oleh Briptu Lalu Naufal, yang mengupas berbagai ancaman dan bahaya radikalisme yang dapat merusak masa depan remaja.
Terakhir Dari pihak Pengent Paguyuban Putri Remaja Indonesia NTB, dua finalisnya yaitu Bunga Nirmala Hidayah dan Nitya turut memberikan penyampaian materi secara lugas mengenai bahaya pernikahan dini, kampanye stop narkoba, hingga gerakan stop bullying yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah.
Paparan materi dari Bintang The Winner Putri Pariwisata KLU juga diharapkan dapat membakar semangat siswa-siswi untuk mau mengikuti program baca anak dan program penguasaan bahasa Inggris.
Kegiatan juga diisi sesi dialog interaktif dan tanya‑jawab untuk menggali potensi siswa‑siswi SMAN 1 Pemenang maupun SMAN 1 Tanjung. Perlindungan pelajar merupakan fondasi utama untuk mencetak SDM unggul. Pemprov NTB berkomitmen memastikan proses belajar siswa berjalan lancar tanpa hambatan sosial maupun ancaman paham radikal.
Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan terbentuk generasi muda NTB yang memiliki mental tangguh, karakter kuat, terhindar dari paham intoleransi dan radikalisme, serta bijak dalam berinteraksi melalui media sosial, dan rencananya minggu depan akan bergerak ke Lombok Timur. (AL-04)













