Menu ✖

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Pendidikan

Dikpora NTB dan Densus 88 Perkuat Karakter Pelajar SMAN 1 Mataram dari Ancaman Radikalisme dan Narkoba

badge-check


					Dikpora NTB dan Densus 88 Perkuat Karakter Pelajar SMAN 1 Mataram dari Ancaman Radikalisme dan Narkoba Perbesar

MATARAM — Sosialisasi pencegahan radikalisme dan penguatan kepemudaan oleh Dikpora NTB Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan bekerja sama dengan Densus 88 Anti Teror wilayah NTB berlangsung khidmat. Acara ini dihadiri oleh ratusan siswa/i SMAN 1 Mataram, Sabtu, 17/10/2026.

Kegiatan ini juga menghadirkan Devika, Brigitta dan Putri dari Pengent Paguyuban Putri Remaja Indonesia NTB. Ketiga orang ini mempresentasikan masing-masing 1 materi yaitu pernikahan dini, narkoba, dan bullying.

Perwakilan Densus 88, Adi menyampaikan kegiatan sosialisasi berfokus kepada bagaimana pencegahan radikalisme kepada siswa-siswi SMA/SMK sederajat.

Ia menegaskan potensi-potensi pencegahan radikalisme harus dimulai dari lingkungan keluarga, lebih-lebih diajarkan di sekolah.

“Ini penting agar kita dapat menjaga kreativitas generasi muda,” tegas Adi.

Sementara, Kepala Bidang Kepemudaan Dikpora NTB, H. Tarmizi, S.Kom, ME, atau biasa disapa Ajik dalam orasinya kepada para siswa/i menekankan pentingnya melakukan sosialisasi pencegahan pernikahan dini, isu radikalisme, narkoba dan bullying supaya kedepan agar proses belajar tidak terhambat serta dapat menghadirkan prestasi yang terbaik untuk daerah, dan negara.

“Sosialisasi ini adalah upaya pencegahan guna mengasah minat belajar, berorganisasi. Sekolah juga harus menjadi ruang aman dalam pembentukan karakter dan kualitas sumber daya manusia mereka,” ujar Ajik.

Ajik juga mendorong agar siswa/i dapat merencanakan masa depan yang cemerlang kedepan. Hal ini penting, agar pelajar tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik semata, tetapi dapat mengasah kemampuan non akademik.

“Pelajar harus berani keluar dari zona nyaman, harus berani berorganisasi agar mentalnya kuat,” lanjut Ajik.

Sebagai informasi tambahan, kegiatan sosialisasi tidak hanya berfokus pada penyampaian materi tetapi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Yang berbeda adalah, pemberian pertanyaan dilakukan oleh tiga finalis dan masing-masing sesuai dengan materi yang mereka sampaikan yaitu pernikahan dini, bahaya narkoba, dan bullying. (AL-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cegah Pernikahan Dini hingga Bullying, SDGs Ambassador NTB 2026 Tampung Aspirasi Pelajar

17 Oktober 2026 - 15:16 WITA

JATMA Aswaja dan UNU NTB Perkuat Sinergi Pendidikan, Riset, dan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Seminar Nasional 

10 Oktober 2026 - 14:21 WITA

UIN Mataram Gelar Talk Show Temu Alumni dan Bentuk Struktur Kepengurusan 

3 Oktober 2026 - 11:42 WITA

MTsN 3 Lombok Barat Gelar Debat Kandidat Ketua OSIM 2026–2027

2 Oktober 2026 - 17:57 WITA

Bank NTB Syariah Bahas Penguatan Layanan Keuangan ASN Pendidikan dengan Mendikdasmen

2 Oktober 2026 - 17:24 WITA

Trending di Pendidikan