MATARAM – Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) membuka peluang kerja sama internasional dengan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia melalui penjajakan program pertukaran mahasiswa. Langkah tersebut mengemuka dalam kunjungan Dekan Fakulti Muzik dan Seni Persembahan UPSI, Assoc. Prof. Dr. Muhammad Fazli Taib bin Saearani, ke UNU NTB, Jumat (6/11/2026).
Kunjungan akademisi Malaysia tersebut mendapat perhatian serius dari Rektor UNU NTB, Dr. Baiq Mulianah, M.Pd.I. Kedua perguruan tinggi menjajaki kemungkinan pengembangan kemitraan akademik yang tidak hanya berorientasi pada hubungan kelembagaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa.

Pertukaran mahasiswa menjadi salah satu agenda utama yang dibicarakan. Melalui program tersebut, kedua institusi diharapkan dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik lintas negara, memperluas wawasan internasional, serta membangun interaksi pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan Malaysia.
Rektor UNU NTB, Baiq Mulianah, menanggapi serius peluang kolaborasi tersebut dan menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti penjajakan kerja sama. Ia berharap komunikasi yang telah terbangun dapat berkembang menjadi program konkret pada 2027.
Respons tersebut memperlihatkan adanya kesamaan kepentingan untuk mengembangkan hubungan akademik yang lebih terstruktur, terutama dalam membuka akses mobilitas mahasiswa antara kedua negara.
UPSI Pernah Kirim Mahasiswa ke Lombok
Penjajakan kerja sama antara UPSI Malaysia dan UNU NTB memiliki latar belakang yang menarik. Sebelumnya, UPSI diketahui pernah mengirimkan mahasiswanya ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Namun, pada saat itu belum terdapat kerja sama formal antara UPSI dan UNU NTB yang menjadi dasar pelaksanaan program bersama.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu konteks penting dalam pembicaraan mengenai kemungkinan pengembangan kemitraan ke depan. Kehadiran mahasiswa Malaysia di Lombok menunjukkan bahwa wilayah ini telah menjadi salah satu tujuan kegiatan internasional bagi mahasiswa UPSI.
Melalui penjajakan kerja sama saat ini, kedua institusi memiliki peluang untuk mengembangkan hubungan yang lebih terencana. Pertukaran mahasiswa dapat dirancang melalui kesepakatan kelembagaan yang mengatur tujuan kegiatan, mekanisme pelaksanaan, dan tanggung jawab masing-masing perguruan tinggi.
Keberadaan kesepakatan formal dinilai penting agar mobilitas mahasiswa tidak hanya berlangsung sebagai kunjungan sesaat, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan akademik yang berkelanjutan dan memiliki manfaat terukur.
Selain memberikan pengalaman belajar di lingkungan berbeda, program pertukaran mahasiswa berpotensi memperluas pemahaman peserta mengenai sistem pendidikan, kehidupan sosial, dan keragaman budaya di negara tujuan.
Bagi mahasiswa UNU NTB, peluang mengikuti kegiatan akademik di Malaysia dapat menjadi sarana untuk memperluas jejaring internasional. Sebaliknya, mahasiswa UPSI berkesempatan mengenal lingkungan akademik dan kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Barat secara lebih dekat.
Kerja Sama Diharapkan Memberikan Dampak Nyata
Hal penting lainnya dalam penjajakan ini adalah harapan agar kerja sama tidak berhenti pada penandatanganan dokumen antarinstitusi. Kemitraan yang dibangun diharapkan menghasilkan kegiatan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan oleh mahasiswa dan kedua perguruan tinggi.
Dalam konteks pendidikan tinggi, keberhasilan pertukaran mahasiswa tidak cukup dinilai berdasarkan jumlah peserta yang diberangkatkan. Relevansi kegiatan terhadap kebutuhan akademik, peningkatan kompetensi, dan keberlanjutan hubungan kelembagaan juga menjadi aspek yang perlu diperhatikan.
Karena itu, apabila penjajakan berlanjut menjadi kesepakatan resmi, kedua institusi perlu menyelaraskan kebutuhan akademik masing-masing. Hal tersebut mencakup bentuk mobilitas yang memungkinkan untuk diselenggarakan, durasi kegiatan, pendampingan peserta, serta mekanisme evaluasi program. (AL-03)













