Menu ✖

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Daerah

Hotel Milik PT Temada di Serewe Dibakar Warga

badge-check


					Penampakan bangunan hotel yang dibakar oknum warga. (foto istimewa) Perbesar

Penampakan bangunan hotel yang dibakar oknum warga. (foto istimewa)

LOMBOK TIMUR–Bangunan Hotel milik PT Temada Pumas Abadi yang tengah dibangun di Tampah Bolek, Dusun Kaliantan, Desa  Serewe, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur dibakar warga Selasa siang (31/1/2023).

Pelaku pembakaran diduga sejumlah warga yang menolak pembangunan hotel ini. Alasannya lahan pembangunan hotel itu berada di lahan diklaim warga sebagai tanah ulayat. Selain melakukan pembakaran, sejumlah oknum warga ini juga melakukan perusakan bangunan lainnya. Akibat pembakaran dan perusakan ini, bangunan hotel lantai dua dengan delapan kamar ini ludes dilalap api.

Aksi massa ini sudah dimulai sejak Senin (30/1/2023) malam dengan melakukan perusakan tembok bangunan ini. Aparat kepolisian bersama TNI yang mendapat laporan, langsung ke lokasi. Namun tidak lama, terjadi aksi pembakaran hotel ini.

Perwakilan PT Temada Pumas Abadi, Surya menjelaskan massa membakar hotel lantai dua yang tengah dibangun itu. Padahal pembangunannya sudah mencapai 80 persen. ”Sekarang sudah rusak semua,” terangnya.

Aksi massa seperti perusakan bagian bangunan hotel ini sudah beberapa kali terjadi. Pihaknya sudah melaporkan masalah ini ke kepolisian. Meski polisi ke lokasi, dia menilai tidak ada penindakan. Akhirnya aksi lebih besar terjadi dengan melakukan pembakaran hotel ini. ”Kami sudah laporkan. Tapi tidak ada pelaku perusakan ditangkap, sampai pembakaran terjadi,” keluhnya.

Akibat aksi oknum warga ini, hotel yang dibangun rusak. Kerugian yang ditimbulkan tidak sedikit. Aksi massa ini juga dinilai akan berdampak pada investasi di daerah ini. Investor akan takut berinvestasi. Karena itu, dia meminta agar pelakunya segera ditangkap.” Kami minta segera ditangkap,” kata Surya. (AL-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BRIDA Kota Mataram Umumkan Para Juara LKTI dan Teknologi Tepat Guna 2026

8 Oktober 2026 - 15:57 WITA

Perkuat Keamanan Komunikasi Bali-Nusra, Komlekdam IX/Udayana dan Balmon Denpasar Mantapkan Sinergi

23 September 2026 - 18:14 WITA

IX/Udayana Lepas Satgas Komlek Ke Perbatasan RI-RDTL

21 September 2026 - 20:35 WITA

BADKO HMI Laporkan Kasus Reklamasi Pantai Amahami ke Polda NTB, Dua Wali Kota Bima Disenggol

17 September 2026 - 18:55 WITA

Pastikan Keselamatan Personel, Komlekdam IX/Udayana Cek Instalasi Listrik Rumah Dinas di Kepaon

17 September 2026 - 13:34 WITA

Trending di Daerah