LOMBOK TIMUR – Muh Thahirul Hakim resmi mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa Gereneng, Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur, Jumat (23/10/2026).
Bajang Young, sapaan akrabnya, datang ke kantor Desa Gereneng diiringi ratusan warga. Ia satu-satunya calon berlatar belakang pemuda dengan pengalaman di bidang pendidikan dan kebudayaan.

“Insya Allah, kalau Desa Gereneng dipimpin oleh bajang (pemuda), Desa Gereneng akan menjadi desa Solah Smart,” kata Muh Thahirul Hakim.
Alumni Magister Evaluasi Pendidikan dan Ilmu Politik University Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia itu sehari-hari menjadi Kepala Madrasah Aliyah (MA) NWDI Gereneng. Dia pernah menggaet sejumlah lembaga internasional untuk mendukung pembangunan sekolah, di antaranya UPSI Malaysia dan Politeknik Ungku Omar Malaysia.
Bajang Young juga aktif di bidang kebudayaan, khususnya peresean. Dia dikenal dengan julukan Pepadu Datu Gereng.
Berbekal pengalaman dan jejaring tersebut, Bajang Young mengusung visi Gereneng Solah, Maju, Aman, Religius, Terbaik (SMART).
Untuk mewujudkannya, dia menekankan tiga program utama: pemberdayaan masyarakat, program khusus petani, serta pemadanan data warga.
Program pemberdayaan menyasar seluruh unsur desa. Perempuan, tokoh masyarakat, pedagang, dan petani juga akan dilibatkan.
“Jadi pemberdayaan itu bukan hanya untuk pemuda, tetapi semua elemen yang ada di desa,” ujarnya.
Program kedua menyasar sektor pertanian. Bajang Young menyebut sekitar 98 persen masyarakat Gereneng merupakan petani dan buruh lepas pertanian. Salah satu programnya ialah membuka jalan usaha tani agar petani lebih mudah membawa pupuk dan mengangkut hasil pertanian.
“Ini penting jika warga kita yang jadi petani memiliki sawah posisinya di tengah, transportasi bisa langsung masuk ke pinggir sawah,” jelasnya.
Program ketiga adalah pemadanan data warga. Menurut Bajang Young, hal ini penting karena Desa Gereneng berstatus sebagai desa mandiri.
Dia menilai masih terdapat data penduduk yang tidak sesuai kondisi lapangan. Kondisi itu dapat berdampak terhadap akses pelayanan dan bantuan pemerintah. Dia mencontohkan buruh lepas yang status pekerjaannya dalam KTP elektronik tercatat sebagai wiraswasta.
“Jadi data di KTP dengan realitas harus padan agar warga bisa akses bantuan baik yang bersumber dari pusat maupun daerah,” terangnya.
Pengalaman memimpin sejumlah institusi menjadi modal Bajang Young maju dalam Pilkades Gereneng. Dia menyebut tiga kunci kesuksesan, yakni networking, program, dan sustainable atau keberlanjutan.
“Alhamdulillah sudah saya buktikan, saya memimpin di berbagai lembaga sudah bisa datangkan bantuan dari Malaysia dan Kanada, UPSI Malaysia, Politeknik Ungku Omar Malaysia,” ujarnya.
Pendaftaran pada Jumat dipilih karena Bajang Young menyebutnya sebagai Sayyidul Ayyam atau penghulu hari. Dia berharap langkah politiknya dimulai pada hari yang dianggap penuh keberkahan.
“Hari Jumat ini penuh dengan keberkahan, merupakan raja-rajanya hari,” pungkasnya. (AL-03)













