MATARAM — Pelaksaan kegiatan pengumuman pemenang lomba karya tulis ilmiah (LKTI) dan teknologi tepat guna dan posyantek oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Mataram mendapatkan apresiasi dari Wakil Wali Kota Mataram, H. Mujiburrahman.
Mujiburrahman menyampaikan bahwa hari ini kita tidak hanya berkumpul untuk mengumumkan siapa yang menjadi juara dan menyerahkan hadiah kepada para pemenang, tapi lebih dari itu kita sedang memberi penghargaan kepada gagasan.

“Bagi saya, gagasan adalah sesuatu yang sangat penting dalam pembangunan. Karena pembangunan kota tidak selalu dimulai dari proyek yang besar, kadang-kadang dia justru dimulai dari hal-hal yang sederhana,” kata Mujiburrahman, di Aula Pendopo Wali Kota Mataram, Kamis, 8/10/2026.
Mujiburrahman berpesan kepada para peserta LKTI, bahwa pengalaman mengikuti lomba ini jauh lebih berharga dari sekedar memperoleh piala, tetapi belajar mencari data, membaca persoalan, menganalisis, menyusun gagasan, dan mempertanggungjawabkan hasil pemikiran kalian adalah yang utama.
“Itulah kemampuan yang akan sangat berguna dan menjadi bagian dari pembangunan Kota Mataram,” pesan Mujiburrahman.
Kepada para inovator teknologi tepat guna serta Posyantek, Mujibburrahman juga memberikan apresiasi yang sama. Ia menegaskan bahwa teknologi yang baik bukan selalu teknologi yang rumit, tetapi teknologi yang bisa digunakan, bisa dijangkau, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Karena itu Ia berharap karya-karya yang hari ini mendapatkan penghargaan tidak berhenti sebagai karya lomba.
“Kalau ada yang bisa dikembangkan, mari kita kembangkan. Kalau ada yang bisa diterapkan lebih luas, mari kita dorong, dan kalau ada yang masih membutuhkan penyempurnaan, mari kita dampingi,” ujarnya.
Ia juga mendorong, agar kegiatan seperti ini bisa menciptakan sebuah ekosistem yang menghubungkan riset, inovasi, dan kebijakan.
Riset yang baik menurutnya adalah yang menghasilkan pengetahuan, inovasi menjadikan dan mengubah pengetahuan menjadi solusi, dan kebijakan serta memastikan solusi itu memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat.
”Karena itu, kita berharap karya-karya terbaik tidak hanya berhenti pada naskah. Tidak berhenti hanya menjadi sebuah naskah, mari kita ubah dia menjadi solusi untuk membangun daerah, bahkan untuk membangun negeri,” terangnya.
Ia juga berharap kepada para kepala sekolah dan para guru untuk terus memberikan ruang kepada anak-anak untuk bertanya, bereksperimen, dan menghasilkan gagasan.
“Jangan sampai anak-anak kita hanya menjadi panggung teknologi. Kita ingin mereka tumbuh menjadi pencipta, pengembang, dan pemecah masalah,” harap Mujiburrahman. (AL-04)













