Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Headline

Dirlantas Polda NTB Baru Angkat Bicara Soal Hutang Harwat Randis Pejabat Lama

badge-check


					Dirlantas Polda NTB Baru Angkat Bicara Soal Hutang Harwat Randis Pejabat Lama Perbesar

MATARAM – Hutang jasa pemeliharaan dan perawatan kendaraan dinas (harwat randis), ikut menjadi perhatian Direktur Lalu Lintas Polda NTB yang baru, Kombes Pol. Iman Pribadi Santoso, S.I.K., M.Si. Usai serah terima jabatan dan pisah kenal, Senin (13/7/2026), ia menegaskan setiap persoalan akan dipelajari sebelum diambil langkah penyelesaian sesuai aturan.

“Mengingat saya baru menjabat, maka kami akan pelajari dulu apa dan bagaimana kasusnya, yang jelas harus diselesaikan sesuai ketentuan,” tegas Kombes Pol Iman Pribadi, saat menanggapi pertanyaan terkait piutang jasa harwat randis.

Untuk diketahui, hutang jasa perbaikan dan atau harwat randis tersebut, sebagai peninggalan atau hutang warisan Dirlantas Polda NTB sebelumnya, Kombes Pol. Romadhoni Sutardjo, yang saat ini menjabat Kasubdit Pamwaster Ditpamobvit Korshabara Baharkam Polri.

Di samping itu, Kombes Pol. Iman memastikan program Direktorat Lalu Lintas Polda NTB yang telah berjalan baik akan terus dilanjutkan. Ia juga mengajak insan pers bersama-sama mengampanyekan budaya tertib berlalu lintas, agar kesadaran masyarakat terus meningkat.

“Alhamdulillah, hari ini sudah dilaksanakan pelantikan, sertijab. Kami mohon dukungan juga dari rekan-rekan pers, untuk sama-sama mensosialisasikan dan mengkampanyekan tertib berlalu lintas. Terima kasih kepada masyarakat NTB yang selama ini sudah tertib, dan mudah-mudahan ke depan bisa jauh lebih tertib lagi,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan edukatif bakal lebih diutamakan saat pelaksanaan razia. Teguran simpatik dan pembinaan diprioritaskan agar pelanggaran tidak terulang, sementara tindakan penegakan hukum diterapkan secara proporsional demi memberi efek pembelajaran.

“Insya Allah ke depan kita kedepankan razia secara edukatif yang mengedepankan teguran simpatik, kita mengimbau dan mengingatkan agar pelanggaran tidak diulangi kembali, kita kurangi represif, penegakan hukum hanya sedikit saja yang penting ada efek edukasi. Karena lupa itu manusiawi, jadi kita perbanyak edukasi,” katanya.

Dirlantas baru Polda NTB itu juga menaruh perhatian pada optimalisasi sistem ETLE, peningkatan layanan registrasi dan identifikasi kendaraan, serta penguatan pengawasan internal guna menghadirkan pelayanan yang semakin profesional bagi masyarakat.

“Kami akan perketat pengawasan internal, kita harus kompak secara internal, tidak boleh satu sama lain ada perselisihan, harus lebih dewasa sehingga pelayanan kepada masyarakat benar-benar didasari niat tulus berbakti, demi terwujudnya kamseltibcarlantas di NTB,” tandasnya.

Menanggapi pernyataan terkait hutang tersebut, Owner bengkel Light Auto Frienky Wijaya yang dikonfirmasi terpisah, menyampaikan apresiasi atas perhatian Dirlantas Polda NTB. Ia berharap kepemimpinan baru mampu menghadirkan solusi sekaligus kejelasan, terkait piutang jasa harwat randis yang belum terselesaikan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dirlantas Polda NTB yang baru, karena sudah memberi perhatian terhadap persoalan ini. Saya berharap ada solusi dan kejelasan, sehingga masalah ini bisa selesai dengan baik sesuai ketentuan,” ucap Frienky.

Frienky menegaskan, nilai piutang jasa harwat randis sebenarnya tidak besar. Namun, keterlambatan pembayaran selama ini cukup berdampak terhadap usaha yang dijalankannya.

“Hutangnya cuma Rp9,350 juta saja, tidak banyak kok kalau ukuran Dirlantas. Cuma kan lama bayar, ya kita minta kompensasi lah. Kami kan murni bisnis jasa. Masa setelah didumas baru mau dibayar,” tutup Frienky. (AL-03) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MAN 1 Mataram Buka MATAMUDA, Ratusan Siswa Ikrar Tolak Bullying dan Grooming

13 Juli 2026 - 21:16 WITA

Pemprov NTB Tegaskan Temuan BPK Telah Ditindaklanjuti, Tidak Ada Kerugian Daerah yang Dibiarkan

13 Juli 2026 - 19:21 WITA

Pocari Sweat Run Perkuat Sport Tourism dan Ekonomi NTB

12 Juli 2026 - 00:19 WITA

Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Gubernur NTB Gerak Cepat Bahas Program Strategis

11 Juli 2026 - 11:04 WITA

Di Momentum Usia ke-54 Gubernur Iqbal, Presiden Prabowo Titip Lima Pesan untuk NTB 

11 Juli 2026 - 10:58 WITA

Trending di Headline