Menu ✖

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Headline

Geng Motor Makin Meresahkan, Wali Kota Mataram Minta Camat dan Lurah Tak Tinggal Diam

badge-check


					Geng Motor Makin Meresahkan, Wali Kota Mataram Minta Camat dan Lurah Tak Tinggal Diam Perbesar

MATARAM — Kasus geng motor di Kota Mataram kian meresahkan, keamanan dan ketertiban masyarakat tidak boleh hanya menjadi urusan aparat keamanan. Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana menyampaikan hal ini harus menjadi tanggung jawab bersama.

Pernyataan ini disampaikan Mohan saat rapat koordinasi bersama para camat dan lurah se-Kota Mataram di ruang rapat kenari, Kantor Wali Kota Mataram, Selasa, 27/10/2026.

“Seluruh camat dan lurah agar lebih meningkatkan perhatian terhadap kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah masing-masing. Kenali persoalan yang berkembang, bangun komunikasi dengan masyarakat, serta perkuat koordinasi dengan unsur terkait agar potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini,” kata Mohan.

Menurut Mohan, dinamika kehidupan perkotaan menuntut aparatur untuk tidak bekerja secara pasif. Persoalan sosial, potensi konflik antarkelompok, gangguan ketertiban lingkungan, hingga berbagai bentuk kerawanan lainnya membutuhkan pengamatan yang berkelanjutan.

Ia menegaskan pentingnya membangun pola kerja yang responsif dan terkoordinasi. Informasi dari masyarakat harus menjadi perhatian, persoalan di lapangan harus segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan, dan setiap potensi gangguan perlu dikomunikasikan kepada pihak terkait sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Karena itu, pemantauan wilayah, komunikasi aktif dengan tokoh masyarakat, serta penguatan koordinasi bersama unsur TNI, Polri, dan elemen masyarakat harus menjadi bagian dari kerja pemerintahan sehari-hari,” tegas Mohan.

Dalam konteks sinergi antara pemerintah dengan aparat keamanan, menurutnya koordinasi tidak boleh hanya berhenti pada forum rapat tetapi harus tercermin dalam tindakan nyata di lapangan.

Ketegasan pemerintah harus diartikan sebagai bagian untuk menjaga ketertiban bukan berarti mengabaikan aspirasi masyarakat, karena itu perlu pendekatan yang humanis.

“Masyarakat perlu merasa aman untuk menyampaikan keluhan, sekaligus memahami bahwa bahwa ketertiban merupakan tanggung jawab bersama,” tandasnya.

Kota yang kondusif lahir dari koordinasi yang kuat serta pemerintah yang tidak abai terhadap persoalan sekecil apapun. Melalui peran camat dan lurah, pemerintah menegaskan komitmenya untuk menjaga stabilitas wilayah melalui kerja yang sigap, terarah, dan bertanggung jawab. (AL-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polda NTB Bongkar Penimbunan 1.734 Liter Pertalite Bersubsidi di Lombok Timur

25 Oktober 2026 - 19:19 WITA

Aruna Senggigi Lestarikan Budaya NTB dengan Lomba Tari dan Fashion Show

25 Oktober 2026 - 19:08 WITA

Hadir di Forum Dunia, Gubernur NTB Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Kunci Pemerataan Kesejahteraan

24 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Doa dan Zikir Akbar Keluarga Besar Kemenag di Bagu, Dr Zamroni : Datuk Bagu Milik Semua Masyarakat

23 Oktober 2026 - 20:41 WITA

Dea Lestari Dapat Wejangan Strategis Dari Kepala Dikpora NTB Menuju Ajang Nasional

22 Oktober 2026 - 20:05 WITA

Trending di Headline