Menu ✖

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Politik

Musda Demokrat NTB Memasuki Babak Akhir, Gema Muzakir dan Hadi Gunawan Resmi Bertarung

badge-check


					Musda Demokrat NTB Memasuki Babak Akhir, Gema Muzakir dan Hadi Gunawan Resmi Bertarung Perbesar

MATARAM — Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat NTB mulai memasuki proses tahap akhir. Dua putra terbaik NTB yakni Gema Muzakir dan Hadi Gunawan resmi menjadi kandidat. Keduanya dipastikan akan bersaing dalam tahapan Musdalub untuk memperebutkan posisi strategis menduduki kursi Ketua DPD Partai Demokrat NTB.

Dr. Gema Akhmad Muzakir, S.H., M.H. menegaskan bahwa siapapun yang akan mendapat kepercayaan dalam Musda maupun keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), seluruh kader harus menghormati dan menjalankan keputusan tersebut.

Gema (sapaan akrabnya) menyampaikan kontestasi Musda merupakan bagian dari dinamika organisasi. Perbedaan dukungan maupun pilihan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah-belah soliditas internal partai.

“Siapapun yang dipilih dalam Musda maupun DPP, kita tegak lurus,” kata Gema.

Ia menilai, kepentingan terbesar Partai Demokrat bukan terletak pada siapa yang memenangkan kontestasi, melainkan bagaimana seluruh kader tetap menjaga kekompakan setelah Musda selesai.

Karena itu, ia mengajak seluruh kader untuk menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Proses demokrasi internal harus tetap berjalan secara sehat dan bermartabat.

“Yang terpenting adalah bagaimana Demokrat tetap solid. Setelah keputusan ditetapkan, kita semua harus menghormati dan mengawal keputusan tersebut,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap kader memiliki hak untuk menyampaikan pandangan dan pilihan. Namun, ketika keputusan organisasi telah ditetapkan sesuai mekanisme yang berlaku, seluruh kader harus kembali bersatu.

“Boleh berbeda pilihan dalam prosesnya. Tetapi ketika keputusan sudah ada, kita harus bersama-sama membesarkan partai,” tandasnya.

Sikap tersebut sekaligus menjadi pesan agar pelaksanaan Musda Demokrat NTB tidak hanya menghasilkan figur ketua baru, tetapi juga memperkuat konsolidasi dan soliditas partai di daerah.

Dengan demikian, siapapun yang nantinya memperoleh mandat memimpin Demokrat NTB diharapkan mampu merangkul seluruh kekuatan internal dan membawa partai semakin solid menghadapi tantangan politik ke depan. (AL-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Musdalub DPD Demokrat NTB Siap Bangun Kekuatan dan Rebut Kemenangan

16 Oktober 2026 - 18:59 WITA

Zulkifli Hasan Resmi Tunjuk Budi Santoso Pimpin DPW PAN NTB

13 Oktober 2026 - 16:34 WITA

Nadirah Alhabsyi Minta Pemilu Adil Bagi Semua Partai yang Belum Lolos Parlemen

15 September 2026 - 14:41 WITA

Sambut Pemilu 2029, KPU NTB Rombak Manajemen Talenta dan Pembelajaran Digital

7 September 2026 - 22:58 WITA

Lanjutkan Pengabdian Membangun Desa, Lalu Suharto Bulatkan Tekad Maju Lagi di Pilkades Penujak

1 September 2026 - 21:53 WITA

Trending di Politik